Sinergi TNI AL dan Basarnas saat proses penyelamatan korban kecelakaan laut di perairan Bali, Selasa (14/4/2026) malam. (Foto: Ist)
KLUNGKUNG, NP — TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan respons cepat dalam operasi kemanusiaan di laut. Bersama tim SAR gabungan, prajurit Pos TNI AL (Posal) Nusa Penida di bawah jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar berhasil mengevakuasi delapan Anak Buah Kapal (ABK) Jukung Samudera Berlian yang mengalami kecelakaan laut di perairan barat Pulau Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Selasa malam (14/4/2026).
Peristiwa bermula saat jukung tersebut dilaporkan terbalik akibat cuaca buruk dan kondisi gelombang laut yang tidak bersahabat. Laporan darurat dari pemilik jukung diterima Komandan Posal Nusa Penida Letda Laut (E) Yusep Hariaji pada malam hari. Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan Basarnas Nusa Penida dan mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi. “Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak cepat bersama tim SAR gabungan. Meskipun kondisi gelap dan jarak pandang terbatas, upaya pencarian tetap kami lakukan secara maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” ujar Yusep dalam keterangan pers Dispenal, Rabu (15/4/2026).
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Posal Nusa Penida dan Basarnas kemudian bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB). Setelah melakukan penyisiran selama kurang dari dua jam, tim berhasil menemukan posisi jukung dalam kondisi terbalik dan segera melaksanakan proses penyelamatan terhadap para korban.
Sebanyak delapan ABK ditemukan dalam kondisi terapung dan seluruhnya berhasil diselamatkan tanpa mengalami cedera serius. Para korban selanjutnya dievakuasi menuju Pelabuhan Benoa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian material berupa satu unit jukung yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Keberhasilan operasi ini sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, bahwa kehadiran TNI AL harus memberikan respons cepat dalam setiap kondisi darurat di wilayah perairan. Sinergi antara TNI AL dan Basarnas diharapkan terus terjalin guna menjamin keselamatan masyarakat maritim serta meningkatkan rasa aman bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut, khususnya di wilayah Bali. (red)







Be First to Comment