Foto Ilustrasi Musra Indonesia. (Foto: net)
JAKARTA, NP – Musra Yogyakarta merilis hasil simulasi Pilpres 2024. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menduduki posisi teratas calon presiden harapan rakyat. Ia diketahui mengungguli Ganjar Pranowo dan menduduki presentase 30 persen.
Sementara untuk Wakil Presiden, nama Menkopolhukam Mahfud MD menduduki peringkat teratas dengan presentase 21,79 persen. Unggul dari Kepala Staf Presiden Moeldoko yang menduduki peringkat kedua dengan presentase 21,42 persen. Demikian hasil survei jejak pendapat yang dilakukan oleh Panitia Nasional Musra.
Ketua Panitia Nasional Musra Panel Barus dalam rilis tertulisnya yang diterima redaksi menjelaskan hasil jejak pendapat tersebut dilakukan terhadap 3.557 orang yang hadir langsung di Sleman, Yogyakarta pada Sabtu 28 Januari 2022 lalu.
Dalam survei tersebut diketahui Prabowo Subianto menduduki peringkat teratas dengan jumlah suara 1.074 dengan presentase 30,19 persen. Selanjutnya ada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebesar 25,50 persen dengan jumlah suara 907.
Lalu posisi tiga dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebesar 717 suara dengan mengantongi 20,16 persen. Sedangkan posisi ke empat dan lima, Mahfud MD sebesar 273 suara dengan presentase 7,68 persen dan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono 191 suara dengan presentase 5,37 persen.
“Sedangkan untuk Wakil Presiden, peserta memilih Mahfud MD sebesar 21,79 persen, Moeldoko 21,42 persen, Ridwan Kamil 10,12 persen, Arsjad Rasjid 8,66 persen, dan Sandiaga Uno 8,6 persen,” jelasnya di Senayan, Rabu (1/2/2023)
Melihat hasil demikian, didapati bila popularitas Ganjar diyakini meredup bila disandingkan dengan Prabowo. Begitupun dengan wakil presiden, popularitas Mahfud MD sebagai calon wakil presiden diketahui masih bagus usai 2019 lalu.
Sementara dalam responnya, peserta Musra Yogyakarta menyebutkan ada tiga poin yang menjadi pertimbangannya, yaitu para peserta mendiskusikan masalah-masalah kebangsaan dan harapan-harapan program pemerintah, serta dukungan terhadap tokoh-tokoh yang layak menjadi calon presiden dan calon wakil presiden.
“Selain itu ada isu-isu yang cukup mencuat dibicarakan adalah terkait dengan persoalan kesejahteraan, isu-isu yang cukup hangat di Yogyakarta mengenai kesejahteraan masyarakat. Sebagian warga menyoroti juga isu keamanan warga terkait dengan berbagai peristiwa kenakalan remaja dengan kekerasan,” tambahnya.
Karena untuk menampung aspirasi warga MUSRA memfasilitasi e-voting atas agenda kebangsaan masa depan, program-program prioritas harapan rakyat, dan Kriteria/Karakter calon pemimpin bangsa.
Sementara terpilihnya lima calon presiden dan wakil tidak lepas dari peserta MUSRA Yogyakarta lebih mendambakan pemimpin bangsa yang berani, tegas, dan berwibawa.
“Setelah itu, jujur dan bersih dan merakyat merupakan karakter yang beriringan tidak terpaut jauh. Berakhlak baik diikuti dengan berpendidikan dan professional terlihat mencerminkan harapan atas adanya pemerintahan yang kompeten dan bersih di Yogyakarta,” tambahnya.
Terlepas itu, mereka juga mengidamkan pemimpin lainnya memiliki karakter berpengalaman dan dermawan adalah yang paling tidak diperhatikan peserta MUSRA Yogyakarta. (rls/red)






Be First to Comment