Menko AHY saat memberikan kuliah umum kepada Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-64, di Seskoal, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025).(Ist)
JAKARTA, NP – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan kuliah umum bertajuk “Sea Power and the Urgency of Building Strategic Infrastructure” di hadapan Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) angkatan ke-64 Tahun Ajaran 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di amphitheater Gedung Samadikun, Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (21/10).
Kehadiran Menko AHY disambut langsung oleh Komandan Seskoal, Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo, serta dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Acara ini menjadi bagian dari penguatan perspektif strategis para perwira siswa dalam menghadapi dinamika kawasan dan tantangan pembangunan nasional.
Dalam sambutan pengantarnya, Danseskoal menyampaikan apresiasi atas kesediaan Menko AHY memberikan kuliah umum. Ia menegaskan pentingnya pemahaman lintas sektor bagi para calon pemimpin TNI AL dalam menyikapi kompleksitas tantangan pertahanan dan pembangunan nasional.
“Kepada para Pasis, saya minta ikuti dengan seksama dan sungguh-sungguh penyampaian materi ini agar ilmu dan pengalaman yang disampaikan dapat diserap secara optimal dan bermanfaat dalam pelaksanaan tugas ke depan,”ujar Laksamana Muda Ariantyo.
Dalam paparannya, Menko AHY menyampaikan tiga agenda utama: tren global dan dinamika dunia saat ini, posisi strategis Indonesia dalam peta geopolitik dan geoekonomi, serta urgensi pembangunan infrastruktur strategis dalam menopang kekuatan maritim nasional.
“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi unik di persimpangan strategis antara dua benua dan dua samudra. Potensi kekayaan sumber daya alam, baik di darat maupun laut, harus dikelola dengan visi kebangsaan yang kuat, termasuk melalui pembangunan infrastruktur maritim yang berkelanjutan,” jelas AHY.
Ia menekankan bahwa kekuatan maritim Indonesia harus didukung dengan kebijakan infrastruktur yang terintegrasi dan berpandangan jangka panjang, guna memperkuat daya saing nasional sekaligus ketahanan wilayah.
Sementara itu, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali dalam sambutannya menegaskan bahwa kuliah umum ini memberikan inspirasi baru bagi Pasis dalam melihat hubungan erat antara pertahanan negara dan pembangunan kewilayahan.
“Sinergi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan strategis yang memperkuat konektivitas maritim, ketahanan kawasan, serta daya tangkal nasional di tengah dinamika geopolitik global,”tandas Kasal.
Kegiatan kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya Seskoal dalam mencetak perwira tinggi TNI AL yang berpikiran strategis dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis, baik di tingkat nasional, regional, maupun global.(red)







Be First to Comment