Press "Enter" to skip to content

Kuliah Umum di Seskoal, Kepala Bappenas Soroti Peran Strategis TNI AL Jaga Kedaulatan

Social Media Share

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. (kiri) bersama Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo saat kegiatan kuliah umum bagi Perwira Siswa Dikreg Seskoal Angkatan ke-65 TA 2026 dan Pasis Dikmatra-3 TNI AL Angkatan ke-13 TA 2026 di Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026). (Ist)

 

JAKARTA, NP – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo menerima kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., yang memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Seskoal Angkatan ke-65 Tahun Ajaran 2026 dan Pasis Dikmatra-3 TNI Angkatan Laut Angkatan ke-13 Tahun Ajaran 2026.

Kuliah umum bertajuk “Perencanaan Pembangunan Kekuatan TNI AL Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan NKRI di Era Lingkungan Strategis yang Dinamis” tersebut berlangsung di Amphitheater Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026). Kegiatan itu juga dihadiri Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers Kasal) Laksamana Muda TNI Yudi Cahyadi yang mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Dalam sambutannya, Danseskoal menyampaikan apresiasi atas kesediaan Menteri PPN/Kepala Bappenas memenuhi undangan untuk berbagi wawasan kepada para perwira siswa. “Selamat datang dan terima kasih atas kesediaan Bapak Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. yang telah memenuhi undangan untuk memberikan kuliah umum kepada Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-65 TA 2026 dan Pasis Dikmatra-3 TNI AL Angkatan ke-13 TA 2026,” ujar Ariantyo.

Ia juga mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh materi dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, ilmu pengetahuan dan pengalaman yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut akan menjadi bekal penting bagi para perwira dalam menjalankan tugas di masa mendatang.

Pada kesempatan itu, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pertahanan merupakan sine qua non pembangunan, yang berarti pertahanan negara bukan sekadar sektor pendukung, melainkan syarat mutlak agar pembangunan nasional dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia perlu terus melakukan transformasi menuju kekuatan maritim yang tangguh guna mewujudkan kemakmuran nasional. Menurutnya, pembangunan kekuatan maritim harus berjalan seiring dengan penguatan sistem pertahanan negara.

Rachmat juga menyoroti berbagai tantangan keamanan maritim yang dihadapi Indonesia. Menurutnya, persoalan batas wilayah dan hubungan antarnegara merupakan isu yang kompleks karena berkaitan dengan kedaulatan, pengelolaan sumber daya alam, serta stabilitas kawasan.

“Ancaman keamanan laut yang berkaitan dengan batas wilayah dan hubungan antarnegara merupakan isu kompleks yang melibatkan kedaulatan, sumber daya alam, dan stabilitas kawasan,” katanya. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *