Press "Enter" to skip to content

Latma Cope West ’23: Penerbang F-16 TNI AU dan USAF Mulai Berhadapan Dalam Taktik Tempur Udara

Social Media Share

PEKANBARU, NP – Latihan bersama (Latma) TNI AU – USAF _Cope West_ 2023 di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru telah memasuki materi latihan _Air Combat Tactics_ (ACT). ACT atau Taktik Tempur Udara melatihkan pertempuran udara jarak dekat banyak lawan banyak ( _dogfight_ ) yang diperankan kedua pihak di atas wilayah udara Barat _training area_ Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa (20/6/2023)

Pada tahap ACT, pihak TNI AU dan USAF, saling berhadapan mengemban dua misi berbeda, yakni misi _Defensive Counter Air_ (DCA) dan misi _Offensive Counter Air_ (OCA). Kedua misi tersebut diperankan secara bergantian oleh kedua angkatan udara, sesuai skenario latihan yang dibuat.

Lettu Pnb Akbar “Bitzer” Aviantara, salah seorang penerbang Skadron Udara 3 yang turut serta pada latihan ini mengatakan, _Defensive Counter Air_ adalah misi yang diberikan untuk mempertahankan area atau _point_ yang telah ditentukan, sedangkan untuk _Offensive Counter Air_ adalah misi yang di berikan untuk menyerang.

“Dalam _exercise_, setiap pihak memiliki kesempatan untuk _Blue force_ sebagai DCA dan _Red force_ sebagai OCA,” ucap Bitzer.

Dijelaskannya, sebelum masuk pada misi _Air Combat Tactics_ para penerbang harus mampu dan menguasi teknik, serta pengetahuan tentang BFM ( _Basic Fight Manuever_ ) dan ACM ( _Air Combat Manuever_ ) dan TI ( _Tactical Intercept_ ) yang dilaksanakan di minggu pertama dalam _AMX Cope West 2023._

“Melalui beberapa _excercise_ di atas, para penerbang akan memiliki pengetahuan dan _Situational Awareness_ yang cukup untuk melaksanakan misi ACT 4VX_,” ungkap Perwira Penerbang anggota Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi “The Dragon” yg legendaris.

Selain itu, penerbang yang mengikuti latihan ini sudah memiliki kualifikasi sebagai FL ( _Flight Leader_ ), EL ( _Element Leader_ ) dan _Wingman_.

_Flight Leader_ secara tugas dapat membawa _flight_ lebih dari dua pesawat, atau bisa membawa dua _Element Flight_. Sementara _Element Leader_, adalah _leader_ dalam _flight_ dan hanya diperbolehkan membawa 1 _wingman_. Sedangkan _Wingman_ adalah kualifikasi yang bertugas men _support_ _game plan_ dari _leader_, dengan kata lain _wingman_ adalah _follower_ dalam _element flight_.

ACT merupakan latihan pertempuran udara jarak dekat ( _dogfight_ ), yang diskenariokan empat pesawat melawan sejumlah pesawat atau banyak pesawat (4 Vs X). Empat pesawat merupakan _Blue Force_ yang melaksanakan patroli udara dalam rangka mengamankan area/wilayah ataupun asset dari serangan maupun ancaman pihak musuh.

Keempat pesawat terdiri dari _flight leader, wingman 1, wingman 2, dan elemen leader_. Keempat pesawat terlibat pertempuran udara jarak dekat dengan empat pesawat musuh, yang diskenariokan akan menghancurkan _blue force_ dan sasaran area yang diamankan.

Kedua angkatan udara saling bergantian memainkan peran dalam skenario yang diperankan, baik sebagai _blue force_ ataupun pesawat penyerang, termasuk menempati posisi _leader, elemen leader_ atau _wingman_, saat _dogfight_ berlangsung. Latihan pertempuran udara modern semacam ini akan membantu penerbang berkoordinasi dengan sesama pesawat lain atau Combat Controller yg memantau dan memberi informasi dari radar darat atau radar terbang. Konsep perang udara modern sepenuhnya tergantung pada kemahiran manajemen perang udara yg membutuhkan latihan seperti yg dilaksanakan dalam Cope West 2023 di Pekanbaru.(Pen)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *