Press "Enter" to skip to content

Kecelakaan Laut di Jember, Satgas Marinir Gerak Cepat Evakuasi Nelayan

Social Media Share

Dengan menggunakan perahu karet, prajurit Korps Marinir TNI AL bersama warga dan nelayan setempat menarik kapal korban kecelakaan laut ke tepian pantai.(Ist)

JEMBER, NP — Prajurit Pasmar 2 Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgasmar Pam Puter) XIX di Pulau Nusa Barung melaksanakan evakuasi terhadap sejumlah nelayan korban kecelakaan laut di kawasan Plawangan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Rabu (15/10) pagi.

Insiden bermula ketika kapal nelayan Monggo Amale, yang diawaki Karim (56) dan Harmadi (34), dihantam ombak dari arah belakang saat hendak memasuki muara Plawangan setelah melaut. Benturan keras menyebabkan lambung kapal pecah di bagian tengah dan merusak mesin, hingga kapal tidak dapat dikendalikan.

Tidak berselang lama, kecelakaan serupa menimpa kapal Argentina yang dikemudikan oleh Paring (49). Meski tidak mengalami kerusakan fatal, kapal tersebut kehilangan penyeimbang kanan dan kiri, serta sebagian besar hasil tangkapan ikan ikut terseret arus.

Mendapat laporan dari Dinas Jaga Posal Puger, tim Satgas segera mengerahkan perahu karet ke lokasi kejadian. Proses evakuasi dilakukan dengan dukungan kapal nelayan setempat dan bantuan warga sekitar. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Akibat kejadian tersebut, Karim selaku pemilik Monggo Amale mengalami kerugian materiil ditaksir mencapai Rp10 juta. Sementara kapal Argentina menderita kerusakan ringan dengan estimasi kerugian sekitar Rp5 juta.

Komandan Satgasmar XIX Letkol Marinir [Nama], dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kegiatan evakuasi ini merupakan bagian dari tugas pokok pengamanan wilayah perairan strategis dan bentuk kesiapsiagaan unsur TNI AL dalam merespons keadaan darurat kemaritiman di wilayah tugas.

“Keselamatan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, merupakan bagian dari tanggung jawab kami sebagai aparat penjaga kedaulatan laut,” ujarnya.

Musim gelombang tinggi yang masih berlangsung di perairan selatan Jawa menjadi perhatian serius bagi aparat dan masyarakat pesisir. Dinas Kelautan dan Perikanan Jember mengimbau nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau informasi cuaca sebelum melaut.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *