Suasana stan Pushidrosal yang menampilkan berbagai inovasi pemetaan dan survei kelautan pada pameran INAMARINE 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: red)
JAKARTA, NP – Di tengah meningkatnya aktivitas pelayaran dan pengembangan sektor kemaritiman nasional, ketersediaan data hidro-oseanografi yang akurat menjadi faktor krusial untuk menjamin keselamatan navigasi, memperkuat pertahanan laut, sekaligus mendukung pengelolaan ruang laut Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melalui partisipasinya dalam pameran internasional INAMARINE 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, 28–30 Juli 2026.
Dalam pameran itu, Pushidrosal menampilkan berbagai inovasi pemetaan dan survei kelautan sekaligus memperkenalkan kemampuan teknologi serta produk informasi kelautan yang menjadi rujukan bagi keselamatan pelayaran, operasi pertahanan, dan pembangunan maritim nasional.
“Keakuratan data hidro-oseanografi menjadi fondasi utama dalam mendukung aktivitas pelayaran, pertahanan laut, serta pengelolaan potensi maritim Indonesia. Melalui INAMARINE 2026, Pushidrosal ingin memperkenalkan kontribusi dan kemampuan yang dimiliki dalam menyediakan informasi kelautan yang terpercaya,” ujar Dinas Penerangan (Dispen) Pushidrosal dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Berlokasi di Stand D1D2-06 Hall D1, Pushidrosal menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari Peta Laut Indonesia dalam format analog dan Electronic Navigational Chart (ENC), aplikasi IHDC dan SDB35, hingga layanan Depo Peta Laut serta berbagai publikasi nautika.
Berbagai perangkat survei hidro-oseanografi berteknologi tinggi juga dipamerkan, antara lain Z-Boat 1800T, Multibeam Echosounder Teledyne T50P, Innomar Compact, Side Scan Sonar, YellowScan Navigator, Magnetometer Geometrics G-882, Current Meter, Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP), Tide Master Radar, dan SwiFT SVP.
Tak hanya menampilkan perangkat dan produk, Pushidrosal juga menyajikan video dokumentasi kegiatan survei dan pemetaan laut, implementasi standar hidrografi S-100, hingga pengoperasian KRI Canopus-936 yang menjadi salah satu andalan dalam mendukung misi hidrografi nasional.
Sejumlah publikasi strategis turut diperkenalkan kepada pengunjung, di antaranya Buku Navigasi Astronomi, Tabel Pasang Surut Kepulauan Indonesia Tahun 2026, informasi daerah ranjau perairan Indonesia, informasi pelabuhan nasional, katalog peta navigasi elektronik, serta berbagai peta laut yang menjadi acuan keselamatan pelayaran.
Dispen Pushidrosal menegaskan, kebutuhan terhadap data laut yang akurat dan mutakhir terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas pelayaran, eksplorasi sumber daya kelautan, pembangunan infrastruktur pesisir, hingga penguatan sistem pertahanan maritim.
“Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan informasi laut yang akurat dan mutakhir. Data hidro-oseanografi bukan hanya mendukung navigasi, tetapi juga menjadi dasar dalam pengembangan berbagai sektor kelautan,” katanya.
INAMARINE 2026 yang dibuka President Director GEM Indonesia, Baki Lee, menjadi ajang pertemuan pelaku industri maritim dari berbagai negara. Bersama penyelenggaraan INAWELDING dan SAFE Indonesia, pameran tersebut menghadirkan lebih dari 350 perusahaan yang menampilkan inovasi di bidang galangan kapal, navigasi, teknologi keselamatan laut, peralatan perkapalan, pengelasan, hingga industri pendukung maritim.
Keikutsertaan Pushidrosal dalam forum internasional itu menegaskan perannya sebagai institusi penyedia data dan informasi hidro-oseanografi nasional yang menjadi pilar penting keselamatan pelayaran, pertahanan negara, dan pembangunan ekonomi maritim menuju terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia. (red)







Be First to Comment