Press "Enter" to skip to content

FORSIMEMA-RI Perkuat Transparansi Peradilan melalui Sinergi Pemberitaan

Social Media Share

Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, menegaskan komitmen FORSIMEMA-RI sebagai mitra strategis Mahkamah Agung RI.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, menegaskan bahwa peran awak media yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) sangat strategis dalam mengawal pemberitaan media internal maupun eksternal yang berfokus pada dunia peradilan, seperti DANDAPALA, MARINews, dan Suara BSDK (Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan).

Menurut Syamsul Bahri, FORSIMEMA-RI tidak hanya berfungsi sebagai penyebar informasi, tetapi juga menjadi jembatan integrasi komunikasi publik yang mendukung terwujudnya transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.

“Sebagai pilar transparansi, FORSIMEMA-RI tidak hanya bertindak sebagai penyebar informasi, tetapi juga menjadi jembatan integrasi komunikasi publik agar berbagai kebijakan dan program Mahkamah Agung dapat dipahami secara luas oleh masyarakat,” ujar Syamsul Bahri dalam press release, Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, salah satu peran utama FORSIMEMA-RI adalah menjadi amplifikator transparansi dan akuntabilitas peradilan. Melalui pemberitaan yang dikembangkan dari DANDAPALA, MARINews, maupun Suara BSDK, berbagai kebijakan strategis, hasil penelitian, capaian reformasi hukum, hingga arah pembangunan Mahkamah Agung dapat menjangkau masyarakat luas, khususnya para pencari keadilan.

“Ketika DANDAPALA atau MARINews mempublikasikan informasi mengenai integritas hakim maupun modernisasi sistem peradilan, seperti e-Court, awak media FORSIMEMA-RI berkewajiban mengawal isu tersebut melalui pemberitaan lanjutan sehingga tetap menjadi perhatian publik,” katanya.

Selain itu, FORSIMEMA-RI juga berperan sebagai penerjemah informasi hukum agar lebih mudah dipahami masyarakat. Menurutnya, berbagai kajian yang diterbitkan Suara BSDK umumnya menggunakan bahasa akademis dan terminologi hukum yang cukup teknis sehingga perlu disajikan kembali dalam bahasa jurnalistik yang sederhana, lugas, dan informatif.

“Ketika BSDK mengangkat kajian mengenai Restorative Justice maupun pembaruan pendidikan dan pelatihan teknis yudisial, tugas jurnalis adalah mengemasnya menjadi berita yang humanis sehingga masyarakat memahami manfaat kebijakan tersebut bagi masa depan penegakan hukum,” jelasnya.

Syamsul Bahri juga menekankan bahwa FORSIMEMA-RI memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga marwah dan integritas lembaga peradilan melalui pemberitaan yang objektif, berimbang, dan profesional.

“Mengawal pemberitaan bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Kami tetap menjaga independensi pers dengan memberikan kritik dan masukan yang konstruktif demi kemajuan dunia peradilan,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menilai sinergi antar-redaksi menjadi kunci dalam mengoptimalkan penyebaran informasi. Integrasi konten dari berbagai platform dinilai mampu menghadirkan informasi yang lebih utuh kepada masyarakat.

“Berita video dari MARINews, artikel mendalam dari DANDAPALA, serta hasil riset Suara BSDK dapat dirajut menjadi satu kesatuan informasi yang saling melengkapi. Dengan pola kerja cerdas ini, informasi hukum dapat diakses secara cepat hingga ke daerah,” ungkapnya.

Syamsul Bahri menambahkan, pemerataan akses informasi hukum menjadi bagian penting dalam mendukung keterbukaan lembaga peradilan. Oleh karena itu, setiap capaian, pemikiran hukum, maupun agenda Mahkamah Agung perlu tersampaikan secara real time kepada media di seluruh Indonesia.

Ia berharap sinergi antara FORSIMEMA-RI dengan DANDAPALA, MARINews, dan Suara BSDK mampu memperkuat komunikasi publik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

“Melalui pengawalan pemberitaan ini, FORSIMEMA-RI menjadi jantung komunikasi yang memompa informasi akurat dari DANDAPALA, MARINews, dan Suara BSDK ke seluruh penjuru Tanah Air. Sinergi tersebut memastikan bahwa semangat mewujudkan Peradilan Agung yang modern dan berintegritas tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar dirasakan dan dipahami oleh masyarakat,” pungkasnya. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *