Press "Enter" to skip to content

Alumni PMII Jakarta Hanya Akui Kepemimpinan Fathan Subchi

Social Media Share

JAKARTA, NP- Pemilihan Slamet Ariyadi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) periode 2025-2030 dinilai ilegal.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah (PW) IKA PMII Jakarta, Imam Buhori menyebut ada sejumlah hal yang membuat pemilihan tersebut ilegal.

“Kongres lanjutan IKA PMII yang digelar 27 Mei 2025 di Jakarta kemarin ilegal karena dilanjutkan oleh pimpinan PB IKA PMII yang sudah demisioner,” ucap Imam Buhori dalam siaran persnya, Rabu (28/5/2025).

Sebelumnya, IKA PMII menggelar Munas VII Lanjutan di Jakarta Selasa 27 Mei 2025. Munas VII IKA PMII Lanjutan dipimpin oleh Akhmad Muqowam yang sudah demisioner. Meski telah demisioner Muqowam tetap menggelar munas.

Padahal, IKA PMII telah memiliki nakhoda baru dibawa kepemimpinan Fathan Subchi. Anggota BPK RI ini terpilih sebagai Ketua Umum PB IKA PMII periode 2025-2030 melalui Munas ke VII IKA PMII di Jakarta, pada 23 Februari 2025 lalu.

Dari fakta di atas, Imam menambahkan munas yang digelar Akhmad Muqowam ilegal karena tidak mengikuti dan menyimpang dari aturan main organisasi dan ketentuan perundangan yang berlaku.

“Ini jelas penyimpangan konstitusi karena gagal paham atau pahamnya yg gagal dalam memaknai kata demisioner,” imbuh Ketua Lembaga Seni Budaya PB PMII periode 1991-1994 ini.

Hal lainnya, Imam Buhori menyebut munas yang digelar Akhmad Muqowam disebut ilegal karena dilakukan hanya berdasarkan versi Akhmad Muqowam sendiri.

“Jadi seperti kata pepatah Jeruk makan Jeruk,” kelakar Imam.

Lebih jauh Imam mengimbau semua alumni PMII pada umumnya dan alumni PMII Jakarta khususnya untuk tidak terlibat dalam permainan politik Akhmad Muqowam yang disebut Imam sebagai ‘Sahabat Alumni Politisi’.

“Yang gagal memimpin, mengkapitalisasi potensi alumni dan mendistribusikan alumni ke pos-pos kekuasaan sesuai provinsi alumni,” terang Imam.

Imam menegaskan sangat memahami pola permainan ‘Sahabat Alumni Politisi’ ini. Namun ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan mempan dengan praktik permainan politik ‘Sahabat Alumni Politisi’ yang notabenenya juga temannya dalam wadah IKA PMII.

“Saya rajin mengikuti setiap munas mulai dari perubahan nama dari Foksika sampai ke IKA. Saya ikut terlibat didalamnya. Jadi saya tidak bisa dibohongi dari kebenaran,” tegas Imam.

Sehingga, menurut aktifis PMII yang sudah berkiprah sejak era 80-an ini menganggap, Munas IKA PMII Lanjutan yang digagas Akhmad Muqowam hanyalah lelucon.

Imam berharap ‘Sahabat Alumni’ tidak terjebak permainan politik ‘Sahabat Alumni Politisi’ tersebut yang dinilai Imam seperti permainan politik di panggung dagelan yang hanya menjadi tertawaan publik.

“Seperti di panggung ketoprak. Oleh karena itu siapa yang mengikutinya, terjebak dalam permainan di ketoprak. Tetapi saya yakin sahabat alumni sudah cerdas sudah dewasa Jadi tau mana yang benar dan mana yang pertunjukan ketoprak,” pungkas Imam.(har)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *