Press "Enter" to skip to content

Pemudik Turun, Perputaran Uang Lebaran 2026 Tembus Rp148 Triliun

Social Media Share

Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia (Foto Istagram @sarmansimanjorang)

Berbagai stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah menjelang Idul Fitri 1447 H mendorong tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Meski jumlah pemudik diperkirakan sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, potensi perputaran uang selama periode Lebaran 2026 tetap sangat besar dan bahkan diproyeksikan mencapai sekitar Rp148 triliun.

Pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik. Salah satunya melalui program diskon transportasi dengan anggaran sekitar Rp911,16 miliar.

Diskon diberikan pada berbagai moda transportasi, antara lain kereta api sebesar 30 persen dengan target 1,2 juta penumpang, angkutan laut sebesar 30 persen dengan target 445 ribu penumpang, serta diskon penyeberangan hingga 100 persen dari tarif jasa kepelabuhanan dengan target 945 ribu kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Sementara itu, angkutan udara memberikan diskon sekitar 17–18 persen untuk kelas ekonomi dengan target 3,3 juta penumpang. Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen di 29 ruas tol koridor Jabodetabek, 10 ruas Tol Trans Jawa, 4 ruas non-Trans Jawa, serta 11 ruas Tol Trans Sumatera.

Stimulus lain yang turut meningkatkan daya beli masyarakat adalah pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).

Pemerintah menganggarkan sekitar Rp65 triliun untuk THR bagi 2,4 juta ASN pusat, 4,3 juta ASN daerah, prajurit TNI-Polri, serta 3,8 juta pensiunan. Nilai ini meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di sektor swasta, THR bagi sekitar 26,5 juta pekerja diperkirakan mencapai Rp124 triliun dan akan dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Selain itu, kebijakan pemerintah yang mewajibkan perusahaan aplikasi memberikan Bonus Hari Raya (BHR) kepada mitra ojek online dan kurir turut menambah perputaran uang sekitar Rp220 miliar bagi sekitar 850 ribu penerima.

Untuk mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) selama lima hari di sekitar libur Lebaran.

Kebijakan ini berlaku bagi ASN maupun sebagian sektor swasta pada tanggal 16–17 Maret 2026 (sebelum Nyepi dan Lebaran) serta 25–27 Maret 2026 (setelah Lebaran).

Berbagai stimulus tersebut menjadi faktor penting yang menjaga tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini.

Potensi Perputaran Uang

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada momen mudik Idul Fitri 1447 H diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total populasi Indonesia. Angka ini memang sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 35.975.000 kepala keluarga dengan asumsi rata-rata satu keluarga terdiri dari empat orang.
Jika setiap keluarga membawa uang rata-rata sebesar Rp4.125.000, meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun 2025 yang sebesar Rp3,75 juta, maka potensi perputaran uang selama periode mudik dapat mencapai sekitar Rp148,39 triliun.

Angka tersebut masih merupakan estimasi moderat. Jika rata-rata uang yang dibawa setiap keluarga mencapai Rp4.500.000, maka potensi perputaran uang dapat meningkat hingga sekitar Rp161,88 triliun.

Sebagian besar perputaran uang ini diperkirakan akan terjadi di daerah tujuan mudik utama seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Sementara sisanya menyebar ke berbagai wilayah lain seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, serta berbagai destinasi wisata di Indonesia.

Pengeluaran masyarakat selama mudik mencakup berbagai kebutuhan, seperti tiket perjalanan, biaya tol, bahan bakar minyak, servis kendaraan, serta pembelian oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.

Selain itu juga untuk membeli pakaian baru, perlengkapan ibadah, memberikan THR kepada keluarga, serta membeli hampers bagi kerabat dan sahabat.

Konsumsi masyarakat juga meningkat untuk kebutuhan makanan dan minuman khas Lebaran, termasuk bahan pokok seperti daging, ayam, buah-buahan, serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Tidak ketinggalan, pengeluaran untuk zakat fitrah dan sedekah juga turut meningkatkan aktivitas ekonomi.

Dengan demikian, perputaran uang selama periode Lebaran hampir menyentuh seluruh sektor usaha yang menyediakan kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Idul Fitri.

Selama berada di kampung halaman, perputaran uang juga terjadi di berbagai destinasi wisata. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpotensi menikmati peningkatan omzet, mulai dari pedagang makanan dan minuman, penjual suvenir, makanan khas daerah, hingga produk batik dan kain tradisional.

Untuk memastikan ketersediaan uang tunai bagi masyarakat, Bank Indonesia telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp185,6 triliun selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

Lonjakan konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Lebaran yang diperkirakan meningkat sekitar 10–15 persen menjadi momentum penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026 yang ditargetkan berada pada kisaran 5,4–5,5 persen.

Apalagi pada awal tahun juga terdapat momentum ekonomi lain seperti libur Natal dan Tahun Baru, serta perayaan Imlek 2577 yang diperkirakan menghasilkan perputaran uang sekitar Rp9 triliun. Dengan berbagai momentum tersebut, target pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 dinilai cukup optimistis dapat tercapai.

Namun demikian, pemerintah tetap perlu menjaga kepercayaan dan psikologi masyarakat dengan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak dan gas selama periode Lebaran. Kepastian pasokan energi penting agar masyarakat tetap percaya diri dalam melakukan konsumsi dan belanja di berbagai daerah.

Hal ini menjadi semakin relevan mengingat masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik global, termasuk ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *