Press "Enter" to skip to content

SAR Jakarta Cari Mualim Kapal Panama yang Diduga Terjatuh di Laut Jawa

Social Media Share

Petugas SAR gabungan menyisir perairan Laut Jawa menggunakan KN SAR Antasena untuk mencari Ramo Edwin Nuguid (54), Mualim I MV EVER BIRTH yang diduga terjatuh ke laut, Selasa (14/7/2026). (Foto: SAR Jakarta)

JAKARTA, NP – Kantor SAR Jakarta mengerahkan KN SAR Antasena beserta personel rescue untuk mencari seorang warga negara Filipina yang diduga terjatuh dari kapal kargo MV EVER BIRTH berbendera Panama di perairan Laut Jawa, wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Korban bernama Ramo Edwin Nuguid (54), yang menjabat sebagai Mualim I (Chief Officer) di kapal tersebut. Hingga Selasa (14/7/2026), tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, MV EVER BIRTH sedang berlayar dari Shekou, China, menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Saat kapal bersiap membuang jangkar di Zona Jangkar Jakarta-L pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, awak kapal menyadari korban tidak berada di atas kapal dan tidak dapat dihubungi.

Pencarian langsung dilakukan oleh kru kapal dengan memeriksa seluruh ruangan serta menelusuri rekaman CCTV. Hasil pemeriksaan mengindikasikan korban diduga telah terjatuh ke laut sehingga kejadian tersebut segera dilaporkan kepada Kantor SAR Jakarta untuk mendapatkan bantuan operasi pencarian.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dengan mengerahkan KN SAR Antasena dan personel SAR ke lokasi kejadian.

“Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan KN SAR Antasena beserta personel SAR untuk melaksanakan operasi pencarian. Tim melakukan penyisiran di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terjatuh dengan cakupan pencarian sekitar 100 mil laut persegi. Selain itu, kami juga melakukan penyebaran informasi dan broadcast melalui radio pelayaran kepada seluruh kapal yang melintas agar turut meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Desiana dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Operasi pencarian melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Pos SAR Kepulauan Seribu, KN SAR Antasena, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Vessel Traffic Service (VTS) Tanjung Priok, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok. Seluruh unsur bekerja sama menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terjatuh.

Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dengan memperluas penyisiran di sekitar lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *