Press "Enter" to skip to content

Kelelahan Saat Jalankan Misi, Relawan Gempa Flores Meninggal

Social Media Share

Suasana evakuasi jenazah relawan yang meninggal dunia dari wilayah Lamba Leda menuju Labuan Bajo menggunakan Helikopter HR-3604 milik Basarnas. (Foto: Basarnas)

BORONG, MANGGARAI TIMUR, NP— Misi kemanusiaan berujung duka. Ahmad Zaki Ali (38), pendiri Relawan Gerak Bareng, meninggal dunia saat menjalankan tugas mendistribusikan bantuan bagi warga terdampak gempa Magnitudo 7,7 di Flores.

Ahmad dilaporkan meninggal akibat kelelahan dalam perjalanan dari Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (21/8/2026) petang.

Jenazah korban kemudian dievakuasi Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas. Evakuasi dilakukan untuk membawa korban keluar dari wilayah bencana sebelum dipulangkan ke Jakarta.

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, mengatakan proses evakuasi dimulai sejak tim tiba di lokasi pada Sabtu pagi.

“Pukul 07.04 WITA, Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum Ahmad Zaki Ali,” ujar Edy dalam keterangan pers, Sabtu (22/8/2026).

Dari lokasi bencana, jenazah diterbangkan menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk menjalani proses pemulasaraan sebelum diterbangkan ke Jakarta.

Kepergian Ahmad menambah duka di tengah perjuangan para relawan membantu masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Ia meninggal ketika menjalankan misi kemanusiaan untuk mengantarkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Kantor SAR Maumere bersama seluruh potensi SAR menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ahmad Zaki Ali dan mengapresiasi dedikasinya dalam membantu korban bencana. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *