Press "Enter" to skip to content

Jenazah Sukarman, ABK Speedboat Arupadatu 1, Teridentifikasi Lewat DNA

Social Media Share

Seorang nelayan menemukan jenazah di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu Utara. Tim SAR Gabungan Bengkulu kemudian mengevakuasi jenazah tersebut pada 12 September 2026, atau hari kelima pelaksanaan Operasi SAR.(Foto: Basarnas)

BANTEN, NP – Jenazah yang ditemukan oleh nelayan di wilayah Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September 2026, dipastikan merupakan salah satu korban hilang kontak Speedboat Arupadatu 1 yang dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026.

Korban diketahui bernama Sukarman, yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) Speedboat Arupadatu 1. Kepastian identitas korban diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bengkulu.

Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan kecocokan dengan DNA anak korban, Yayat. Dengan demikian, secara medis forensik, jenazah tersebut dapat diidentifikasi sebagai Sukarman. Proses identifikasi membutuhkan waktu sekitar 10 hari dan hasil pemeriksaan DNA dinyatakan selesai pada 22 September 2026.

Sebelumnya, jenazah ditemukan seorang nelayan di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu Utara. Jenazah kemudian dievakuasi Tim SAR Gabungan Bengkulu pada 12 September 2026, atau hari kelima pelaksanaan Operasi SAR.

Operasi SAR terhadap insiden hilang kontak Speedboat Arupadatu 1 sendiri telah dilaksanakan sejak 8 hingga 18 September 2026. Setelah operasi dihentikan, kegiatan pencarian tetap dilanjutkan melalui pemantauan dan koordinasi. Namun hingga 23 September 2026, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban lainnya maupun Speedboat Arupadatu 1.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan seluruh unsur SAR telah melakukan upaya pencarian secara maksimal. “Operasi SAR telah dilaksanakan sejak tanggal 8 sampai dengan 18 September 2026. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemantauan. Namun sampai dengan 23 September 2026, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban ataupun tanda-tanda Speedboat Arupadatu 1,” ujar Al Amrad dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu (23/9/2026).

Dengan teridentifikasinya jenazah Sukarman, proses penanganan korban selanjutnya akan dilakukan sesuai prosedur oleh pihak terkait dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Operasi pencarian Speedboat Arupadatu 1 sebelumnya melibatkan unsur SAR gabungan dengan berbagai upaya pencarian di wilayah perairan yang menjadi lokasi kejadian maupun area yang diperkirakan memiliki kemungkinan keberadaan korban dan kapal. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *