Press "Enter" to skip to content

Persiapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Rampung, Auditorium H.M. Rasjidi Jadi Lokasi Utama

Social Media Share

Rapat persiapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H digelar di Gedung Kemenag Thamrin pada 27 Februari 2026.(Foto: Kemenag) 

JAKARTA, NP – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Sidang dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Informasi tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam), Abu Rokhmad, saat dihubungi pada Minggu (1/3/2026).

Pelaksanaan sidang kembali dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi setelah sebelumnya sejumlah ruangan di area tersebut menjalani renovasi. Pemilihan lokasi mempertimbangkan aspek teknis, antara lain ketersediaan ruang representatif bagi tamu undangan serta kondisi perkantoran dan lalu lintas yang relatif lengang karena sebagian pegawai dan masyarakat telah memasuki masa mudik. Kondisi ini dinilai memudahkan pengaturan akses lalu lintas dan area parkir.

Abu menjelaskan, persiapan sidang isbat 1 Syawal 1447 H telah dilakukan sesuai prosedur, mencakup aspek substansi maupun dukungan teknis.

“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.

“Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” tegasnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menambahkan kesiapan teknis terus dimatangkan, termasuk koordinasi pemantauan rukyatulhilal di berbagai titik di Indonesia.

“Dari sisi teknis, kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Harapannya, proses sidang dapat berjalan tertib, akurat, dan informatif bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi pemerintah setelah seluruh rangkaian sidang selesai.

Sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah, kemudian pelaksanaan sidang isbat dan pengumuman resmi penetapan 1 Syawal 1447 H oleh Menteri Agama.

Sebelumnya, Kemenag telah menggelar Rapat Persiapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H di Gedung Kemenag Thamrin pada 27 Februari 2026. Selain Dirjen Bimas Islam dan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, rapat tersebut dihadiri Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah Amir, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi, serta sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *