Press "Enter" to skip to content

MATAKIN Apresiasi Komitmen Pemerintah, Aspirasi Ditjen Bimas Khonghucu Menguat di Imlek Nasional

Social Media Share

Menag Nasaruddin Umar bersama Ketua Umum MATAKIN dan jajaran pimpinan Kementerian Agama dalam rangkaian Perayaan Imlek Nasional 2577 Kongzili di Jakarta. (Foto: Kemenag)

JAKARTA, NP – Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah atas komitmen nyata dalam memfasilitasi dan menjamin hak-hak sipil umat Khonghucu di Tanah Air. Apresiasi strategis ini disampaikan bertepatan dengan momentum Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional ke-27 Tahun 2577 Kongzili di Ballroom Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Perayaan tersebut sekaligus menjadi wujud konkret terbukanya ruang berekspresi bagi umat Khonghucu dan etnis Tionghoa dalam bingkai kedaulatan bangsa. Kehadiran jajaran pimpinan negara dalam perhelatan itu dipandang MATAKIN bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan afirmasi bahwa negara benar-benar hadir dan mengayomi seluruh elemen bangsa.

Ketua Umum MATAKIN, Xue Shi (Xs.) Budi Santoso Tanuwibowo, menegaskan bahwa kolaborasi erat dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam penyelenggaraan Imlek Nasional tahun ini merupakan bukti bahwa pemerintah menempatkan umat Khonghucu sejajar dengan elemen bangsa lainnya.

“Kami mewakili seluruh umat Khonghucu dan etnis Tionghoa di Indonesia menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada negara. Fasilitasi dan pelukan hangat dari para pemimpin membuktikan bahwa kami tidak pernah berjalan sendirian di negeri ini. Ruang berekspresi yang diberikan semakin mengukuhkan keyakinan bahwa Indonesia adalah rumah kita bersama,” ungkap Xs. Budi di hadapan ribuan umat dan tamu kenegaraan, dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin (23/2/2026).

Di tengah suasana penuh kekhidmatan dan rasa syukur tersebut, Xs. Budi juga melontarkan seloroh segar. Dengan gaya komunikasinya yang khas, ia “menyentil” harapan umat agar negara dapat segera membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Khonghucu di bawah naungan Kementerian Agama, guna mengoptimalkan pelayanan dan pembinaan umat secara kelembagaan.

Seloroh tersebut mendapat respons cepat. Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang turut memberikan sambutan, secara terbuka menyatakan dukungan politik dan moral atas aspirasi itu. Ia mendorong agar ke depan struktur pemerintahan dapat lebih mengakomodasi kebutuhan administratif dan pembinaan spiritual umat Khonghucu melalui pembentukan Ditjen khusus.

“Tidak boleh ada satu pun yang merasa terasing di Republik Indonesia. Saya sangat berharap Bapak Menteri Agama dapat segera mewujudkan pembentukan Ditjen Khonghucu ini sebagai bentuk kehadiran negara yang paripurna,” tegas Muzani, disambut tepuk tangan riuh hadirin.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, merespons dinamika tersebut dengan senyum hangat yang mencerminkan keterbukaan dan sikap kebapakan bagi seluruh umat beragama.

Dalam sambutannya, Menag mengapresiasi MATAKIN sebagai wadah tunggal yang selama ini sukses menaungi umat Khonghucu secara damai serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Eksistensi umat Khonghucu dan etnis Tionghoa bukanlah sebuah kebetulan sejarah. Kehadiran Bapak, Ibu, dan saudara-saudara sekalian adalah anugerah yang menyempurnakan dan melengkapi mozaik keberagaman Indonesia. Kemenag akan selalu menjadi rumah besar yang nyaman bagi seluruh mozaik indah tersebut,” tutur Menag.

Peristiwa ini menegaskan posisi strategis Kementerian Agama sebagai episentrum kerukunan nasional. Aspirasi pembentukan Ditjen Khonghucu yang mengemuka dalam perayaan Imlek ini bukan sekadar wacana administratif, melainkan potret sehatnya dialog antara umat beragama dan negara dalam iklim demokrasi yang inklusif dan bermartabat. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *