Danpuspenerbal Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana bersama jajaran terkait memperlihatkan barang bukti hasil penggagalan penyelundupan narkotika dan obat keras ilegal di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/7/2026). (Foto: Ist)
SURABAYA, NP — Jaringan penyelundup narkotika kembali dipukul mundur. Dalam operasi pengamanan Bandara Internasional Juanda, Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda di bawah jajaran Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) berhasil menggagalkan tiga kali upaya pengiriman barang terlarang melalui jalur udara hanya dalam waktu tiga hari.
Operasi yang berlangsung sejak Jumat (10/7/2026) hingga Minggu (12/7/2026) itu mengungkap modus pengiriman narkotika dan obat keras ilegal melalui layanan kargo pesawat. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa obat daftar G jenis Tramadol, pil berlogo Y, serta narkotika jenis Methamphetamine atau sabu-sabu dengan total nilai mencapai Rp336.463.000.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil deteksi cepat dan koordinasi ketat antara personel Satgaspam TNI AL Lanudal Juanda bersama komunitas pengamanan Bandara Juanda yang melibatkan PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Juanda, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, serta seluruh unsur terkait.
Aksi pengungkapan bermula saat petugas cargo menemukan sejumlah paket mencurigakan yang akan dikirim menggunakan maskapai Lion Air dan Batik Air dengan tujuan Makassar serta Jayapura. Hasil pemeriksaan mendalam Satgaspam TNI AL Lanudal Juanda memastikan paket tersebut berisi barang ilegal.
Pada Jumat (10/7/2026), petugas menggagalkan pengiriman 6.250 butir Tramadol dan 33.031 butir pil berlogo Y dengan nilai sekitar Rp202.655.000. Sehari kemudian, Sabtu (11/7/2026), kembali diamankan 5.800 butir Tramadol dan 6.218 butir pil berlogo Y senilai sekitar Rp66.308.000.
Puncaknya pada Minggu (12/7/2026), petugas berhasil menghentikan pengiriman paket yang berisi sabu-sabu seberat 27 gram dengan nilai taksiran Rp67.500.000.
Danpuspenerbal Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana menegaskan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pengamanan jalur udara, khususnya di objek vital nasional, tidak memberikan ruang bagi jaringan narkotika untuk bergerak.
“Tidak ada celah bagi para pelaku kejahatan narkotika untuk memanfaatkan jalur udara maupun laut di wilayah hukum Indonesia. TNI AL akan terus memperkuat pengawasan dan memperketat pengamanan di seluruh pintu masuk logistik, termasuk jalur kargo,” tegas Bayu.
Menurutnya, penyalahgunaan obat daftar G seperti Tramadol, pil berlogo Y, maupun sabu-sabu memiliki dampak serius terhadap generasi muda karena dapat menyebabkan ketergantungan berat, gangguan kesehatan jiwa, hingga kematian akibat overdosis.
Bayu menjelaskan, Bandara Internasional Juanda memiliki karakteristik khusus sebagai enclave civil, yakni pangkalan udara militer yang juga digunakan untuk penerbangan sipil. Kondisi tersebut menjadikan Lanudal Juanda bersama seluruh stakeholder memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keamanan wilayah tersebut.
“Pengamanan Bandara Juanda membutuhkan sinergi seluruh unsur. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa koordinasi antarinstansi berjalan efektif dalam mendeteksi dan menggagalkan berbagai modus baru penyelundupan,” katanya.
Seluruh barang bukti selanjutnya diserahkan kepada Polresta Sidoarjo untuk proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Barang bukti yang telah diamankan juga akan dimusnahkan melalui prosedur hukum dengan disaksikan oleh unsur terkait, termasuk GM Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Juanda, Danlanudal Juanda, Kepala BBKK Surabaya, Kapolresta Sidoarjo, Dansatgaspam Bandara Internasional Juanda, serta instansi terkait lainnya.
Tindakan tegas tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan perintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memberantas segala bentuk penyelundupan yang mengancam masyarakat dan negara.
Operasi ini sekaligus menjadi implementasi arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh jajaran TNI AL meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman, termasuk peredaran narkotika di wilayah kerja TNI AL (red)







Be First to Comment