Antusiasme peserta terlihat dalam sesi sharing keselamatan perlintasan sebidang bersama PT KAI Daop 1 Jakarta dan Dishub Provinsi Banten. (Ist)
JAKARTA, NP — Dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan di perlintasan sebidang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta (KAI Daop 1 Jakarta) menggandeng Dinas Perhubungan Provinsi Banten menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi bagi para penjaga jalur lintasan (PJL), Selasa (21/10).
Bertempat di Ruang Rapat Kantor Dishub Provinsi Banten, Kota Serang, kegiatan ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari petugas PJL dari berbagai wilayah, termasuk Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, serta internal PJL KAI Daop 1 Jakarta yang bertugas di wilayah Banten.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Laut, Udara, dan Perkeretaapian Dishub Provinsi Banten, Usep Herdiana. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi SDM, khususnya bagi petugas yang berada di garda terdepan pengamanan perlintasan sebidang.
“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pentingnya peran petugas penjaga perlintasan dalam menjaga keselamatan transportasi. Kami berharap kegiatan ini mampu menambah wawasan dan semangat dalam bertugas,” ujar Usep dalam keterangan resminya Rabu, (22/10/2025).
Sesi edukasi diisi oleh Asisten Manager Eksternal Humas KAI Daop 1 Jakarta, Tohari, yang menyampaikan materi mengenai semboyan-semboyan kereta api serta langkah-langkah respons cepat di lapangan, khususnya dalam kondisi darurat seperti gangguan teknis atau halangan di perlintasan.
“Dalam kondisi darurat, petugas PJL harus mampu bertindak cepat sesuai dengan prosedur yang berlaku, melakukan koordinasi, dan segera melapor kepada atasan. Kedisiplinan dan tanggung jawab menjadi kunci,” tegas Tohari.
Kepala Seksi Sarana dan Keselamatan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah I Jakarta, Anna Rifai, turut hadir sebagai narasumber. Ia menjelaskan tugas dan wewenang PJL serta pentingnya pemahaman terhadap standar operasional yang berlaku di setiap perlintasan.
Kegiatan yang dikemas dalam format diskusi ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama seluruh peserta.
Secara terpisah, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, sinergi antara operator dan regulator menjadi fondasi penting dalam menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api.
“Kolaborasi semacam ini sangat penting untuk meningkatkan kapabilitas petugas penjaga lintasan. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan langsung di lapangan,” kata Ixfan.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KAI terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang keselamatan dan kesehatan serta poin 11 mengenai sistem transportasi berkelanjutan di kawasan perkotaan.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, diharapkan tercipta sistem pengamanan perlintasan yang lebih tangguh, sekaligus memperkuat budaya keselamatan sebagai prioritas utama dalam sistem transportasi nasional.(red)







Be First to Comment