Press "Enter" to skip to content

Jasa Marga Uji Ketangguhan 38 Tim Rescue, JORR W2S Juara RRC 2026

Social Media Share

Bukan sekadar lomba. RRC 2026 menguji ketangguhan, kecepatan mengambil keputusan, kemampuan teknis, dan kekompakan tim dalam menghadapi situasi darurat di jalan tol.(Foto : Ist)

BOGOR, NP – Jasa Marga menguji ketangguhan 38 tim petugas operasional jalan tol dalam Roadster Rescue Competition (RRC) 2026. Kompetisi yang digelar PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) pada 3-6 Agustus 2026 itu menitikberatkan pada kecepatan, ketepatan, dan kesiapan petugas dalam menangani kecelakaan berat serta menyelamatkan korban di lapangan.

Puncak kompetisi sekaligus pengumuman pemenang digelar di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8). Mengusung tema “Where Response Meets Excellence”, RRC 2026 menjadi ajang pengujian kemampuan petugas sekaligus upaya memperkuat standar pelayanan dan keselamatan pengguna jalan tol.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menegaskan, kualitas penanganan keadaan darurat sangat bergantung pada kompetensi petugas yang berada di garis depan operasional.

“Jasa Marga berkomitmen untuk terus meningkatkan kapabilitas dan profesionalisme para petugas operasional sebagai garda terdepan layanan jalan tol. Penguatan kompetensi ini penting untuk memastikan setiap penanganan darurat di lapangan dilakukan secara terukur, cepat, dan sesuai standar keselamatan tertinggi, sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan,” ujar Rivan dalam keterangan pers, Minggu (9/8/2026).

Menurut Rivan, keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tol merupakan prioritas utama perusahaan. Karena itu, penguatan kompetensi petugas menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas pelayanan di seluruh koridor jalan tol Jasa Marga Group.

Wakil Direktur Utama Jasa Marga Andry Tanudjaja mengatakan RRC 2026 tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga menguji kesiapan petugas menghadapi situasi darurat yang menyerupai kondisi nyata.

“Sepanjang kompetisi ini, kita melihat para peserta menghadapi simulasi tantangan yang sangat nyata. Ketangguhan dalam situasi kritis, kecepatan bertindak, ketepatan mengambil keputusan, serta kerja sama tim yang solid membuktikan bahwa mereka adalah garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa di jalan tol,” ujar Andry.

Dia menegaskan, ukuran keberhasilan petugas bukan semata memenangkan kompetisi, melainkan memastikan korban dapat ditangani dengan cepat dan selamat.

“Tidak ada kemenangan yang lebih besar daripada memastikan pengguna jalan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya dengan selamat,” katanya.

Andry menambahkan, pengalaman yang diperoleh dalam kompetisi harus diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian, RRC tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari budaya keselamatan dan peningkatan kualitas pelayanan.

“Kemenangan sejati dari kompetisi ini adalah meningkatnya kemampuan, pengalaman, dan semangat untuk terus Melayani Sepenuh Hati. Mari kita jadikan keselamatan sebagai misi utama dalam setiap tindakan operasional,” tambahnya.

Direktur Utama PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) Tri Wahyu Subekti mengatakan RRC dirancang untuk memastikan standar kemampuan petugas tetap terjaga di seluruh ruas yang dikelola JMTO.

“Melalui Roadster Rescue Competition, kami ingin memastikan seluruh petugas memiliki respons darurat yang terukur, akurat, dan unggul. Tema ‘Where Response Meets Excellence’ mencerminkan komitmen JMTO untuk terus menghadirkan keunggulan operasional (operational excellence) melalui peningkatan kapasitas SDM yang profesional dan mengedepankan budaya keselamatan,” ungkap Tri.

Dalam kompetisi tersebut, 38 tim mewakili seluruh ruas jalan tol di bawah pengelolaan JMTO. Setiap tim terdiri atas lima personel inti, yakni satu Supervisor Mobile Customer Services, tiga Petugas MCS/Rescue, dan satu Petugas Medis, serta didampingi satu Manager Team.

Mereka dihadapkan pada simulasi kecelakaan berat yang melibatkan dua kendaraan dengan korban kritis dan terperangkap. Dalam waktu maksimal 30 menit, peserta dituntut mampu mengamankan lokasi, menstabilkan kendaraan, melakukan ekstrikasi korban, memberikan pertolongan medis, serta menyelesaikan seluruh tahapan penyelamatan secara cepat dan tepat.

Kemampuan peserta dinilai dari sejumlah aspek, mulai dari kepemimpinan, kemampuan teknis, penanganan medis, hingga ketepatan waktu. Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, JMTO menggandeng Indonesian Road Rescue Organization (IRRO) serta melibatkan juri nasional dan internasional.

Dewan juri terdiri atas Peter Van T’wout dari Belanda, Ian Maxwell dan Ian Lawless dari Australia, Nazizul Hasmarizal BHM dari Malaysia, serta Wiyono Minarno dan Dr. Gustav dari Indonesia.

Selain RRC 2026, JMTO juga memberikan penghargaan Petugas Operasional Terbaik (POT) 2026. Penghargaan diberikan kepada petugas berprestasi dalam lima kategori, yakni Mobile Customer Service (MCS), MCS Supervisor (MCSS), Customer Service (CS), CS Supervisor (CSS), dan Traffic Information Communicator (TIC).

Dari 38 tim yang bertanding, Ruas JORR W2S keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Ruas Gempol-Pasuruan, sedangkan Ruas Cipularang meraih juara ketiga.

Sementara itu, Juara Harapan I diraih Ruas Solo-Ngawi, Juara Harapan II Ruas Ngawi-Kertosono, dan Juara Harapan III Ruas Kayu Agung-Palembang-Betung.

Jasa Marga menyatakan penguatan kompetensi petugas operasional akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga standar pelayanan minimal jalan tol sekaligus mendukung agenda penguatan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Dengan petugas yang semakin terlatih dan respons yang semakin cepat, perusahaan menargetkan penanganan kondisi darurat di jalan tol dapat dilakukan secara lebih terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan pengguna jalan. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *