Press "Enter" to skip to content

Hari Kelima Operasi SAR, Tim Gabungan Temukan Body Part Korban ATR 42-500

Social Media Share

Tim SAR gabungan mengamankan temuan bagian tubuh (body part) korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026).(Foto: Ist)

MAKASSAR, NP — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar memasuki hari kelima, Rabu (21/1/2026). Pada pelaksanaan operasi hari ini, tim SAR gabungan berhasil menemukan bagian tubuh (body part) korban serta sejumlah barang milik korban di area pencarian wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan penemuan tersebut merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan oleh sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat.

“Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur,” ujar Arif Anwar dalam keterangan pers, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, body part korban yang ditemukan selanjutnya diserahkan ke RS Bhayangkara untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Penyerahan body part kepada tim DVI dilakukan untuk proses identifikasi secara medis dan forensik, sehingga identitas korban dapat dipastikan secara akurat,” jelasnya.

Selain body part, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban, antara lain laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta beberapa barang lainnya yang ditemukan di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.

“Seluruh barang temuan korban telah didata, diamankan, dan akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” tambah Arif.

Ia menegaskan, operasi SAR masih terus berlanjut dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara.

“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini secara profesional dan humanis. Fokus kami adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur,” pungkasnya. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *