Press "Enter" to skip to content

Ditjen Bimas Hindu Tekankan Pentingnya Sinergi Dharma Duta dengan Kelembagaan Umat Hindu

Social Media Share

JAKARTA, NP- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI (Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI) menekankan pentingnya dharma duta atau penyuluh/pendharmawacana dalam menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi/instansi/lembaga keagamaan Hindu.

Penegasan disampaikan Kasubdit Kelembagaan Direktorat Urusan Agama Hindu Kemenag RI Indro Satmoko, S.Ag., M. Si. mewakili Dirjen Bimas Hindu dalam Workshop Dharma Duta dengan tema “Strategi Dharma Duta dalam Melakukan Pembinaan kepada Umat Hindu melalui Media Digital” di GOR Pura Agung Taman Sari, Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (8/10/2023).

“Untuk bisa berkoordisasi dan bersinergi atau kolaborasi dalam menyusun rencana kerja dan melaksanakan program, termasuk pendataan kembali terhadap jumlah dan sebaran dharma duta, sehingga pembinaan umat Hindu bisa lebih efektif dan efisien,” pesan Indro dalam workshop yang diselenggarakan Lembaga Dharma Duta Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat (LDD PHDI Pusat) itu.

Workshop LDD PHDI dengan tema “Strategi Dharma Duta Dalam Melakukan Pembinaan kepada Umat Hindu melalui Media Digital” di GOR Pura Agung Taman Sari, Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (8/10/2023). (Foto: LDD PHDI)

Di forum sama, Ketua Umum LDD Made Awanita, S. Ag., M. Pd berharap peserta kegiatan workshop memiliki pemahaman, pengetahuan dan penghayatan yang mantap terhadap bahasan materi yang disampaikan atau dibawakan oleh para narasumber.

“Dan memiliki sradha dan bhakti yaitu berakhlak mulia, memiliki integritas kepribadian yang utuh, memiliki intelektual yang mumpuni dan mandiri. Selain itu juga berdaya saing dan kuat dalam pembentukan watak dan kepribadian. Serta taat dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab; dan mampu berkontribusi dalam melaksanakan pembinaan dalam membangun masyarakat Hindu yang berkualitas,” ujar Awanita.

Sementara itu, dalam laporannya Ketua Panitia Kegiatan Pengembangan Kompetensi Dharma Duta LDD PHDI, Made Widhi Adnyana Surya Pratita, ST, MT mengatakan peserta dihadiri 60 peserta.

Berasal dari unsur lembaga SDHD Banjar DKI Jakarta, SDHD Banjar Jakarta Timur, SDHD Banjar Jakarta Barat, SDHD Banjar Jakarta Pusat, SDHD Banjar Jakarta Utara SDHD Banjar Jakarta Selatan, SDHD Banjar Bekasi, SDHD Banjar Kab. Bekasi, SDHD Banjar Depok, SDHD Banjar Tangerang Selatan, SDHD Banjar Bogor, PSN DKI Jakarta, WHDI DKI Jakarta, Majapahid DKI Jakarta, Peradah DKI Jakarta, KMHDI DKI Jakarta, STAH DNJ Jakarta, Prajaniti DKI Jakarta, Bimas Hindu Kanwil DKI Jakarta.

Pencapaian GDHDI

Ketua Bidang Hubungan Antar-Agama dan Kepercayaan PHDI Pusat Dr. I Wayan Kantun Mandara, S.Ag., M.Fil.H menekankan pentingnya meningkatkan penguatan kompetensi para dharma duta dalam menguasai teknologi media digital antara lain penguasaan media sosial dan aplikasi lainnya berbasis jaringan internet.

Menurut Pengurus Harian PHDI Pusat ini, peningkatan peran dharma duta merupakan bagian dari pencapaian strategi Grand Design Hindu Dharma Indonesia (GDHDI) 2011-2061 PHDI yang implementasinya dilakukan secara serempak dan sinergis dari seluruh komponen atau kelembagaan keumatan agama Hindu.

“Sinergi dapat terjadi bila seluruh komponen (lembaga) memiliki visi besar yang sama, dan dengan jelas mengetahui peran masing-masing untuk membangun sinergi secara efektif. Diperlukan orkestrasi dan kepemimpinan yang kuat dari Lembaga-lembaga Hindu yang telah menghimpun diri dalam satu gerakan bersama dalam merumuskan strategi ‘Hindu 50 Tahun’ dan melahirkan Grand Design Hindu Dharma Indonesia (GDHDI),” ujar Dr. I Wayan Kantun Mandara dalam materi yang disampaikan.

Dr. Kantun, panggilan akrab Dr. I Wayan Kantun Mandara, menjelaskan peran para dharma duta yang berada dalam wadah Lembaga Dharma Duta (LDD) PHDI sangatlah penting, karena menjadi salah satu ujung tombak PHDI dalam menyebarluaskan nilai-nilai Weda melalui dharmawacana dan dharmatula.

“GDHDI mencakup penyamaan Visi Misi, Sasaran, Pilar-Pilar Nilai, Strategi dan Program, serta memetakan segmentasi peran masing-masing lembaga agar terjadi sinergi yang efektif dan efisien untuk para dharma duta,” ujar Dr. Kantun dalam materi yang disampaikan.

Dr. Kantun yang menekankan “Membangun Sinergitas Kelembagaan Hindu dalam Melaksanakan Pembinaan Umat di Era Digital” dalam materinya, berharap kontribusi dharma duta bisa dilaksanakan secara maksimal dalam mensinergikan masyarakat Hindu yang berkualitas dengan memanfaatkan media digital. Sehingga strategi GDHDI bisa diwujudkan.

“Dalam menyampaikan pesan perlu menyesuaikan, yaitu cara, media, involvement dengan target market,” tegas Dr. Kantun.

Pemateri lainnya, Ketua Umum Prajaniti Indonesia KS. Arsana mengatakan pentingnya personal branding dharma duta. KS Arsana menekankan “Strategi Personal Branding Dharma Duta melalui Konten Digital dalam Melakukan Pembinaan kepada Umat Hindu” dalam materi yang ia sampaikan.

“Kitalah pemilik kendali dan bertanggung jawab atas diri kita menghadapi kompetisi yang makin ketat dan terbuka. Untuk maju, kita harus meningkatkan diri dan mengelola kesan orang lain terhadap diri kita,” ucap KS Arsana.

Oleh karenanya dengan menerapkan prinsip dan strategi personal branding yang benar dan brand yang kuat, maka para dharma duta mampu membedakan diri dari orang lain. “Dengan kualitas diri, kompetensi, dan brand yang kuat, reputasi kita makin dikenal dan dipercaya orang lain, ini memaksimalkan potensi karir kita,” imbuhnya.

Hal lain juga disampaikan KS Arsana adalah bahwa unsur branding haruslah memiliki sisi uniqueness (unik). Menurutnya, para dharma duta harus memiliki keunggulan yang menjadikan keunikan dan kelebihan dari yang lain.

“Anda dibanding orang lain, valuable. Manfaat apa yang diperoleh orang lain dengan menggunakan jasa Anda, Credibility. Apakah orang lain mempersepsikan bahwa Anda tulus dan dapat dipercaya, Powerful. Apakah orang lain merasakan adanya hubungan emosi yang kuat bila menggunakan jasa Anda, Visible. Apakah jejaring (atau pelanggan) Anda tahu keberadaan Anda, Consistent. Apakah Anda menampilkan secara konsisten keunikan dan kelebihan Anda,” sebut KS Arsana.

Sementara itu, pemateri lainnya Ketua Sabha Walaka PHDI Pusat, Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana, S.Ag mengatakan para dharma duta perlu memanfaatkan media digital dalam kapasitasnya sebagai pendharmawacana di masyarakat.

“Pendharmawacana sebaiknya adalah orang yang adhikara, yaitu: orang yang memiliki integritas, kapabilitas, kapasitas, dan profesionalitas,” ujar Nengah Dana saat memberikan materi yang dilabeli tajuk ‘Praktik Dharma Wacana Melalui Konten Digital dalam Melaksanakan Pembinaan kepada Umat Hindu’.

Lebih jauh, Nengah Dana menjelaskan seorang adhikara diartikan sebagai seorang yang mampu melihat kondisi dirinya, orang lain, dan situasi yang berkembang (to see).

Selain itu juga mampu menyerap pengetahuan dari berbagai sumber (to know), dapat menerapkan apa yang diucapkannya (to do), kemudian memiliki kemampuan untuk menyampaikan gagasan/ide, memberitahu maupun menasehati (to tell).

“Sehingga bisa menjadi teladan di tengah masyarakat (to be) dan memiliki kesadaran untuk hidup bersama (to leaf together),” tegas Nengah Dana.(dito)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *