Press "Enter" to skip to content

Budaya dan Gaya Hidup Kaum Muda Kunci Keberhasilan Penanganan Sampah

Social Media Share

JAKARTA, NP -Budaya hidup ramah lingkungan dan gaya hidup minim sampah harus menjadi karakter setiap kaum muda di seluruh Indonesia. Hal ini akan menjadi kunci kemajuan bangsa Indonesia dengan peradaban baru yang modern, hijau, dan berkelanjutan.

“Teman-teman kaum muda haruslah menjemput masa depannya dengan kondisi kualitas lingkungannya yang baik, sehingga kita semua harus berupaya semaksimal mungkin mewariskan kondisi bumi yang hanya satu ini dengan baik,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono dalam sambutannya mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya pada acara Webinar “Kaum Muda Berbudaya, Bersihkan Lingkungan” yang digagas oleh Green Leadership Indonesia, Sabtu, (26/2/2022).

Bambang melanjutkan jika kaum muda adalah pewaris sejati, negara dan bangsa ini, oleh karenanya kaum muda juga harus turut aktif berbuat dan menjadi agent dari upaya perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.

“Para kaum muda inilah yang akan mengubah Indonesia, dengan membangun “peradaban” yang berbudaya ramah lingkungan, dan melakukan gaya hidup minim sampah,” kata Bambang.

Sebagai anggota masyarakat dunia, Indonesia sepakat untuk mendorong pembangunan hijau. Isu pengelolaan sampah yang berkelanjutan dalam payung penanggulangan perubahan iklim menjadi yang krusial untuk dicarikan jalan keluar terbaik. Momentum kepemimpinan Indonesia dalam G20 tahun ini akan menjadi wahana menguatkan upaya bersama negara-negara G20 termasuk para kaum mudanya untuk melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui gerakan 3R (reduse, reuse, recycle), ekonomi sirkular, serta pilah sampah dari sumbernya.

Persoalan sampah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang menjadi penyebab perubahan iklim dan pemanasan global. “Pengelolaan sampah yang dilakukan dengan tidak baik, akan menghasilkan emisi GRK dalam bentuk Gas Metana ataupun CO2. Gas Metana sendiri merupakan GRK yang paling tinggi faktor emisi GRK,” imbuh Bambang.

Oleh sebab itu Bambang berpesan kepada semua Kaum Muda di seluruh Indonesia untuk membangun gaya hidup minim sampah antara lain melalui kegiatan cegah/batasi penggunaan barang-barang sekali pakai, belanja tanpa kemasan dan gunakan tas guna ulang atau bawa wadah untuk belanja, pilah sampah dari rumah, habiskan makanan tanpa sisa, dan komposkan sisa makanan di rumah.

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2022 juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus kita lakukan dalam konteks untuk menurunkan emisi GRK, melalui tema “kelola sampah, kurangi emisi, bangun PROKLIM”. “Kaum muda sebagai bagian terbesar dalam demografi masyarakat Indonesia, tentu memiliki pengaruh yang besar jika mau berbuat serentak menerapkan gaya hidup minim sampah dan ramah lingkungan, maka persoalan sampah dapat diselesaikan dengan sendirinya, dan kita dapat mewujudkan “net zero emission” dari persoalan sampah,” pungkas Bambang.

Webinar ini juga menyelenggarakan panel-panel diskusi yang diisi oleh para kaum muda juga Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar. Webinar ini juga dihadiri oleh Chalid Muhammad selaku founder Green Leadership Indonesia. (RLS)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *