Press "Enter" to skip to content

118 Tahun Kebangkitan Nasional: Menjaga Tunas Bangsa dari Kecenderungan Meragukan Diri Sendiri

Social Media Share

Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah dalam Kajian Wawasan Kebangsaan dengan tema ‘Refleksi 118 Tahun Kebangkitan Nasional: Menuju Indonesia Superpower Baru, Jumat (22/5/2026). (Foto: Partai Gelora)

JAKARTA, NP- Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah mengatakan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 menjadi momentum untuk memperkuat Indonesia.

“Saya berterima kasih bahwa semboyan daripada Hari Kebangkitan Nasional pada hari ini adalah menjaga tunas bangsa, dari apa? Dari kecenderungan untuk meragukan diri sendiri,” kata Fahri Hamzah dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).

Hal itu disampaikan Fahri Hamzah dalam Kajian Wawasan Kebangsaan dengan tema ‘Refleksi 118 Tahun Kebangkitan Nasional: Menuju Indonesia Superpower Baru, Jumat (22/5/2026) malam.

Menurut dia, keraguan terhadap diri sendiri tersebut, akhirnya memunculkan sikap keraguan terhadap pemerintah, padahal sumber keraguaannya berasal dari ketidaktahuan terhadap persoalan.

“Tugas kita sebagai warga negara, adalah semakin cerdas, semakin mengerti prioritas kita dan semakin mengerti masa depan kita,” kata dia.

Tugasnya, adalah berpartisipasi dalam politik melalui partai politik untuk menjadi penyelenggara negara seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Yakni melindungi segenap dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam perdamaian dunia yang berdasarkan pada perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Ini adalah janji-janji kita, bukan saja kepada bangsa Indonesia, tapi juga kepada seluruh dunia. Bangsa ini dibangun dengan cita-cita besar oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata,” katanya.

Untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut, lanjut dia, diperlukan sebuah narasi yang kuat, aktor menjalankan juga yang kuat, serta kelembagaan yang siap menjalankannya.

“Narasinya adalah Pasal 33, bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara. Dan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Ini adalah kekuatan kita di di dalam konstitusi,” katanya.

Sementara sebagai aktor, menurut dia, Prabowo adalah aktor yang kuat sebagai penyelenggara negara seperti halnya Soekarno. Selain anak dari keluarga ekonom, Prabowo juga adalah seorang purnawirawan jenderal TNI.

“Kakeknya Margono Djojohadikusomo adalah pendiri Bank BNI. Bapaknya Sumitro Djojohadikusomo, adalah begawan ekonomi, tokoh pembiayaan ekonomi rakyat, tokoh pembangunan ekonomi global. Bahkan Pak Mitro adalah negosiator untuk aset Indonesia, saat Indonesia merdeka,” ujarnya.

Ibaratnya, bagi Prabowo itu ilmu ekonomi adalah meja makan, sarapan paginya masalah ekonomi, makan malamnya berbicara ekonomi.

“Karena itulah tokoh ini, sangat kredibel untuk memimpin kemajuan ekonomi kita. Pak Prabowo clear message-nya, ingin mensejahterakan rakyat,” tegasnya.

Namun, narasi dan aktor pemimpin yang kuat saja tidak cukup, jika tidak didukung oleh institusi atau lembaga yang akan menjalankannya.

Sehingga institusi atau lembaga yang menjalankan juga harus mempersiapkan diri melakukan perubahan secara signifikan.

“Indonesia ini sudah berumur mau 81 tahun. Semua harus sadar diri dan mempersiapkan diri sekarang, baik itu tentara, polisi, birokrasinya, legislatif, yudikatif, eksekutif, pemerintah daerah dan partai politik,” katanya.

Karena itu, Fahri menyakini dibawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia akan mencapai kejayaannya sebagai negara maju atau superpower baru.

“Saya kira kita harus optimis, kita akan menyongsong satu kemajuan besar di masa-masa yang akan datang. Saya kira Partai Gelora dari awal punya feeling yang kuat sekali bahwa momen bagi Indonesia akan segera tiba,” ujarnya.

Dapat Respon Dunia

Dalam kesempatan ini, Fahri Hamzah mengapresiasi Pidato Presiden Prabowo Subianto saat Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro di DPR pada Rabu (20/5/2026) lalu, yang dinilai fonomenal dan mendapatkan respon dari seluruh dunia.

“Presiden Prabowo dinilai konsisten dengan gagasannya, mengenai sumber daya alam (SDA) kita yang disalahgunakan dan terjadi kebocoran. Ini mendapat respon dari seluruh dunia,” ujarnya.

Pidato tersebut, biasanya disampaikan oleh setingkat seperti Menteri Perekonomian atau Menteri Ekonomi, tapi dilakukan Presiden Prabowo langsung yang disaksikan banyak pihak yang diundang.

“Menurut saya, apa yang disampaikan Presiden itu luar biasa dan menghentak dunia. Jika Iran hanya menutup Selat Hormuz untuk mengendalikan minyak. Tapi Pak Prabowo mau mengendalikan sumber daya alam, mau mengendalikan nikel, batu bara dan lain sebagainya. Sehingga orang juga sekarang tidak boleh sembarangan melihat Indonesia,” katanya.

Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini menilai secara terbuka melawan kapitalisme atau neoliberal seperti ideologi kolonial yang masih berlaku di Indonesia. “Ini yang saya sebut sebagai Prabowonomix,” tegasnya.

Fahri menegaskan, Prabowo mengerti betul kondisi tersebut, bahwa Indonesia hanya dimanfaatkan untuk mendapatkan bahan baku dan tenaga kerja murah.

Sehingga industrialisasi yang dibangun pun, bukan industrialisasi Indonesia, tapi industrialisasi di Indonesia.

Sebab, semua hasil SDA yang dieksploitasi dibawa ke luar negeri, kemudian Indonesia disuruh beli produk jadi dari perusahaan mereka di luar negeri. Hal inilah yang ditentang dan dilawan Presiden Prabowo, karena merugikan rakyat Indonesia.

“Jadi pemerintahan sekarang sedang melakukan hal-hal baik seperti memberantas pembabatan hutan untuk secara gila-gilan, memberantas penambang illegal dan penertiban lain-lain,” katanya.

Apabila dalam upaya penertiban itu, pasar modal dan pasae uangnya bergerak, menyebabkan harga saham terkoreksi sangat dalam dan nilai mata uang (kurs rupiah) melemah tajam, berarti ‘malingnya’ sama.

“Malingnya sama, maling ini (SDA), juga maling itu (pasar modal dan uang. Kita harus mendukung upaya Bapak Presiden. Kita jangan pusing sendiri gara-gara pemerintah bekerja menertibkan itu,” tegasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini meminta semua pihak untuk fokus membangun industralisasi dan kemandirian, serta berupaya mensejahterakan seluruh rakyat agar Indonesia berubah menjadi negara maju.

“Yang marah-marah itu ada kemungkinan dua kemungkinan. Pertama, dia enggak paham sebenarnya, cuman ikut-ikutan. Atau yang kedua dia menjadi bagian dari kampanye itu, merampok sumber daya alam secara gila-gilaan kita,” katanya.

Fahri mengungkapkan, Presiden Prabowo akan segera melakukan penertiban sektor tambang secara besar-besaran dalam waktu dekat.

Penertiban dilakukan, karena para pengusaha tersebut, telah merusak SDA dan lingkungan, serta merusah marwah lembaga penegak hukum, karena praktik suap.

“Implikasi kepada perusakan lembaga-lembaga penegakan hukum luar biasa, gila-gilaan. Kita saksikan dengan mata kepala saya, mata kepala kita sendiri. Kita harus mendukung pemerintah untuk melakukan pentertiban,” tegas Fahri. (har)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *