CEO Danantara, Rosan Roeslani ( Foto Ist)
Washington DC, NP — Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan 12 perusahaan investasi terbesar dunia dalam pertemuan di Washington DC, Jumat (21/2).
Pertemuan yang semula dijadwalkan berlangsung satu jam itu molor hingga hampir dua jam karena diskusi berjalan produktif dan intensif.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan total aset kelolaan (asset under management/AUM) dari 12 perusahaan yang hadir mencapai sekitar 16 triliun dolar Amerika Serikat (AS). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan Indonesia ke depan, khususnya langkah-langkah memperkuat iklim investasi serta menjaga stabilitas ekonomi dan politik.
“Diskusinya cukup panjang, kurang lebih hampir dua jam dari yang semula diperkirakan satu jam karena pembahasannya sangat produktif,” ujar Rosan kepada media seusai pertemuan.
Menurut Rosan, setelah paparan Presiden, agenda dilanjutkan dengan sesi pertemuan empat mata (one on one) bersama masing-masing perusahaan.
Para investor menyampaikan sejumlah masukan, antara lain terkait konsistensi kebijakan, penegakan hukum (rule of law), pengembangan pasar modal, serta pengelolaan risiko yang terukur.
Ia menambahkan, para investor juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang dinilai mampu meningkatkan daya tarik Indonesia di mata global.

“Mereka memuji kebijakan-kebijakan Bapak Presiden yang membuat mereka kini melihat Indonesia memiliki posisi yang semakin besar dan strategis,” kata Rosan.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi dipandang sebagai negara dengan potensi yang “tertidur”.
“Selama ini Indonesia dikenal sebagai sleeping giant, tetapi kita tidak tidur lagi.
Sekarang saatnya bangun dan bersama-sama mengembangkan serta meningkatkan perekonomian Indonesia,” ujar Rosan mengutip pernyataan Presiden.
Rosan menyebut, diskusi tersebut membuka sejumlah peluang kerja sama di berbagai sektor strategis, seperti teknologi, energi terbarukan, infrastruktur, properti, serta ekonomi digital.
Kerja sama tersebut diharapkan juga mencakup alih pengetahuan (transfer of knowledge).
Selain itu, investor menunjukkan ketertarikan untuk mendukung pengembangan kewirausahaan dan dunia usaha di Indonesia.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan para investor tidak hanya berminat menanamkan modal, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang dengan membuka kantor perwakilan di Indonesia.
“Bagi mereka, kehadiran langsung atau boots on the ground sangat penting. Mereka juga sangat mengapresiasi kesempatan bertemu langsung dengan Bapak Presiden,” ujar Pandu.
Ia menambahkan, para CEO tersebut datang dari berbagai pusat keuangan dunia, seperti Los Angeles, New York, London, dan sejumlah negara di Eropa, untuk berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo.
Menurut Pandu, penguatan pasar modal dan pembangunan kepercayaan (confidence building) menjadi salah satu topik utama.
Para investor juga mengapresiasi penekanan Presiden pada penguatan sistem hukum dan kepastian hukum, termasuk pembentukan Danantara.
“Mereka sangat mengapresiasi penekanan Bapak Presiden mengenai penguatan sistem hukum, kepastian hukum, serta inisiatif pembentukan Danantara,” katanya.
Pandu mengungkapkan, sejumlah investor di sektor energi transisi, infrastruktur, teknologi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan bahkan telah melakukan pembahasan lanjutan dalam pertemuan tersebut, sehingga tidak sebatas diskusi awal. (H.T/rls)







Be First to Comment