Press "Enter" to skip to content

PERPAMSI Kembali Gelar IWWEF 2025: Transformasi Air Minum Menuju Swasembada Air

Social Media Share

Dari kiri ke kanan: Sekretaris Umum PERPAMSI, Rino Indira Gusniawan; Ketua Umum PERPAMSI, Ir. Arief Wisnu Cahyono, dan Direktur Eksekutif PERPAMSI, Dr. Subekti (kanan).(red)

JAKARTA, NP – Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) kembali menggelar agenda unggulan dua tahunan, International Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) yang akan digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), 11-13 Juni 2025, dan akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo.

IWWEF 2025 akan menghadirkan pameran terbesar sektor air minum dan air limbah di Indonesia (total peserta 80 perusahaan /institusi ), menampilkan berbagai inovasi teknologi, produk, dan solusi dari perusahaan. Tidak hanya itu, salah satu highlight IWWEF 2025 yang diprediksi akan dihadiri lebih dari 50.000 pengunjung, adalah penandatanganan MoU pembiayaan antara PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan Perumda Air Minum Kota Bogor dan Kota Surabaya, dengan nilai total pembiayaan mencapai Rp 330,4 miliar.

Tiga tokoh utama Kabinet Merah Putih akan menjadi pembicara utama di sesi awal. Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono (Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan), Dody Hanggodo (Menteri Pekerjaan Umum), dan Diana Kusumastuti (Wakil Menteri Pekerjaan Umum). Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola dan pembangunan infrastruktur air minum yang inklusif dan berkelanjutan.

Dua tokoh penting lainnya juga dijadwalkan hadir sebagai pembicara kunci, yakni Retno Marsudi (Utusan husus Sekjen PBB untuk Isu Alr) yang akan menyampaikan pandangan global terkait diplomasi air dan tantangan krisis iklim, serta Pramono Agung Wibowo (Gubernur DKI Jakarta) yang akan berbagi pengalaman pengelolaan layanan air di wilayah perkotaan padat penduduk.

Ketua Umum PERPAMSI Ir Arief Wisnu Cahyono mengatakan, mengacu pada data UNICEF 2023, Indonesia berada di posisi paling bawah dalam cakupan layanan air minum perpipaan di kawasan ASEAN. Dengan cakupan hanya 19,47 persen, Indonesia bahkan tertinggal dari negara-negara tetangga yang ekonominya jauh lebih kecil seperti Myanmar(27 persen), Kamboja (25 persen), bahkan Timor Leste (58persen). Bandingkan dengan Singapura, dan Brunei yang sudah mencapai cakupan 100 persen, Malaysia 95 persen, dan Thailand 71 persen, data yang kontras ini menunjukkan bahwa sistem penyediaan air minum Indonesia belum bergerak secepat yang dibutuhkan.

Tidak hanya itu, capaian sanitasi aman terpusat pun belum menggembirakan. Dari target 15 persen pada tahun 2024, realisasinya baru mencapai 10,16 persen.

“Sebuah sinyal bahwa sistem infrastruktur dasar untuk kesehatan masyarakat masih harus dipacu lebih kencang,”ujar Arief dalam keterangan resmi, Senin (9/6/2025).

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan visi ambisius dalam Asta Cita, yakni menuju Swasembada Air tahun 2029. Targetnya jelas: mendorong cakupan air minum perpipaan hingga 40 persen, dari posisi saat ini yang masih tertahan di angka 22 persen (2025).

Visi tersebut menjadi alarm sekaligus arah bahwa pembenahan total di sektor air minum dan sanitasi mutlak diperlukan. Butuh investasi besar, reformasi kelembagaan, tata kelola yang transparan, serta kemauan politik yang kuat. Karena, air bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal keadilan sosial.

Dikatakan Arief, IWWEF 2025 mengusung tema besar “Transformasi Air Minum Menuju Swasembada Air.” Tema ini mencerminkan komitmen kuat sektor air minum nasional untuk mewujudkan kemandirian dalam penyediaan air minum melalui penerapan inovasi teknologi terkini, penguatan kelembagaan, dan peningkatan partisipasi publik. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan visi Presiden Republik Indonesia Periode 2025-2029, serta selaras dengan arah kebijakan RPJMN 2025-2029.

PERPAMSI, sebagai Ketua Harian Southeast Asia Water Utility Network (SEAWUN), juga akan menggelar sesi khusus yang melibatkan asosiasi penyedia air dari kawasan Asia Tenggara, antara lain Malaysian Water Association (MWA); Singapore Water Association (SWA); Cambodia Water Supply Association (CWA); Vietnam Water Supply and Sewerage Association (VWSA); Thai Water Works Association (TWWA); Philippine Water Works Association (PWWA) dan Laos Water Works Association (LWWA).

Forum tersebut akan menjadi panggung untuk berbagi pengalaman dan inovasi antarnegara dalam pengelolaan air minum dan air limbah, serta membangun solidaritas regional menuju akses air yang lebih baik dan merata.

Untuk diketahui, PERPAMSI adalah organisasi nirlaba yang mewadahi perusahaan-perusahaan air minum di Indonesia dengan Jumlah 445 anggota Perusahaan air minum (PAM/BUMD AM). Sebagai penggerak utama sektor air minum, PERPAMSI aktif mendorong penguatan kapasitas, inovasi layanan, dan kolaborasi nasional maupun internasional untuk mewujudkan layanan air yang andal dan berkelanjutan.(red)

 

 

 

 

 

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *