Press "Enter" to skip to content

Karhutla Kalbar Jadi Medan Belajar Pasis Seskoal

Social Media Share

Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-66 berdialog dengan masyarakat dalam kegiatan penyuluhan dan edukasi penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat. (Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Angkatan ke-66 Tahun 2026 bersama Pasis Dikreg Sesko TNI terjun langsung ke tengah masyarakat terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah, Kalimantan Barat. Mereka memberikan sosialisasi dan penyuluhan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi Karhutla, Senin (31/8/2026).

Sebelum melaksanakan kegiatan, para Pasis berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah untuk memetakan kondisi dan karakteristik wilayah. Langkah tersebut dilakukan agar materi yang disampaikan dapat disesuaikan dengan situasi serta kebutuhan masyarakat di daerah terdampak.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai tiga tahapan penting dalam penanganan Karhutla, yakni pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan. Ketiga tahapan itu menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat sekaligus meminimalkan dampak Karhutla terhadap lingkungan dan kehidupan warga.

Pen Seskoal dalam siaran persnya menyatakan, keterlibatan Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-66 dalam penanganan Karhutla tidak sekadar menjadi kegiatan sosial, tetapi juga menjadi pembelajaran lapangan bagi para calon pemimpin TNI.

“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan dalam memahami implementasi peran TNI pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana,” ujar Pen Seskoal.

Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke masyarakat juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya kepemimpinan, koordinasi, komunikasi sosial, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Karhutla.

“Para Pasis memperoleh pengalaman mengenai pentingnya kepemimpinan, koordinasi, komunikasi sosial, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Karhutla yang berdampak langsung terhadap masyarakat,” kata Pen Seskoal.

Kegiatan di Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah tersebut sekaligus menegaskan peran TNI dalam mendukung pemerintah daerah menghadapi bencana. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla secara efektif. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *