Press "Enter" to skip to content

Produk UMKM Indonesia Laris di Cili, Pesanan Tembus Rp510 Juta

Social Media Share

PT Mega Inovasi Organik memperkuat penetrasi pasar Cili dengan tampil di Paviliun Indonesia dalam Espacio Food & Service 2026, 29 September–1 Oktober 2026. (Foto: Ist)

SANTIAGO, NP – UMKM Indonesia kembali mencetak transaksi ekspor di pasar Amerika Latin. Dua pelaku usaha asal Indonesia berhasil mengantongi pesanan senilai USD 29 ribu atau sekitar Rp510 juta dari buyer Cili, Cencosud Retail S.A.

Pesanan tersebut meliputi keripik buah mangga, apel, nangka, brokoli, dan jamur produksi CV Pangantama Makmur Abadi, serta keripik tempe varian truffle, honey butter, dan himalayan salt basil dari CV Arva Indonesia. Produk telah dikirim dari Indonesia pada pekan kedua Agustus 2026 dan diperkirakan tiba di Cili pada Oktober mendatang untuk masuk ke jaringan ritel setempat.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai transaksi tersebut menjadi bukti semakin terbukanya peluang UMKM Indonesia di pasar global.

“Transaksi ini dapat menjadi awal keberlanjutan kerja sama jangka panjang dengan buyer setempat. Hal ini selaras dengan upaya Kemendag untuk meningkatkan ekspor produk ke pasar global. Beberapa upaya meliputi promosi dagang, penjajakan pasar, fasilitasi pameran, serta pendampingan komunikasi bisnis antara eksportir Indonesia dan buyer potensial di mancanegara,” ujar Puntodewi dalam siaran pers, Senin (24/8/2026).

Menurut Puntodewi, apabila produk mendapat respons positif dan permintaan berlanjut di pasar Cili, kedua UMKM berpeluang membukukan tambahan transaksi hingga USD 29 ribu.

Transaksi tersebut merupakan hasil tindak lanjut keikutsertaan perusahaan Indonesia dalam Espacio Food & Service 2025. Kementerian Perdagangan melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago bersama KBRI Santiago kemudian mengawal komunikasi bisnis hingga menghasilkan pesanan ekspor.

Pemilik sekaligus pendiri CV Pangantama Makmur Abadi, Irene Hartanto, mengapresiasi dukungan yang diberikan berbagai pihak hingga transaksi tersebut terealisasi.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mewujudkan keberhasilan pada transaksi awal, semoga ke depan kami dapat terus konsisten dalam kegiatan ekspor ini,” kata Irene.

Bidik Transaksi USD 70 Ribu

Tak berhenti pada transaksi USD 29 ribu, ITPC Santiago bersama KBRI Santiago juga tengah membidik potensi transaksi yang jauh lebih besar.

Pada 29 Juli 2026, ITPC Santiago memfasilitasi business matching antara PT Mega Inovasi Organik dan calon importir Cili, Agro Imagina. Perusahaan Cili tersebut menunjukkan ketertarikan terhadap produk rempah Indonesia.

Wakil Kepala ITPC Santiago, Tesa Listva Kusumawardani, mengatakan pembahasan selanjutnya akan mencakup jenis dan spesifikasi produk, standar kualitas, kemasan, harga, kapasitas pasok, hingga dokumen pendukung impor.

“Berdasarkan hasil pembahasan awal, potensi pembelian produk rempah-rempah oleh Agro Imagina pada 2026 diperkirakan sebanyak satu kontainer 20 feet dengan potensi nilai transaksi sebesar USD 70.000,” ujar Tesa.

PT Mega Inovasi Organik juga akan memperkuat penetrasi pasar Cili dengan tampil di Paviliun Indonesia dalam Espacio Food & Service 2026 pada 29 September–1 Oktober 2026.

ITPC Santiago akan terus mengawal komunikasi antara eksportir dan buyer, termasuk proses pengiriman, pemenuhan persyaratan impor, kedatangan produk, hingga perkembangan distribusi dan penjualan. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang peningkatan volume pembelian jika produk Indonesia mendapat respons positif.

Surplus Dagang Indonesia Capai USD 162,2 Juta

Pasar Cili menunjukkan prospek yang cukup kuat bagi produk Indonesia. Pada Januari–Juni 2026, perdagangan kedua negara mencapai USD 277,4 juta.

Ekspor Indonesia ke Cili mencapai USD 219,8 juta, sementara impor dari Cili sebesar USD 57,6 juta. Indonesia pun mencatat surplus perdagangan USD 162,2 juta.

Sepanjang 2025, total perdagangan Indonesia-Cili mencapai USD 534,9 juta. Indonesia membukukan surplus USD 346,8 juta, dengan ekspor sebesar USD 440,8 juta dan impor USD 94 juta.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke Cili meliputi kendaraan dan bagiannya, alas kaki, pupuk, mesin dan pesawat mekanik, serta kertas dan karton. Adapun impor dari Cili antara lain ikan dan udang, bubur kayu, pupuk, buah-buahan, serta hasil penggilingan.

Rangkaian transaksi tersebut menunjukkan peluang ekspor Indonesia ke Cili tidak berhenti pada satu pesanan. Dengan penguatan promosi, penjajakan pasar, dan pendampingan pascatransaksi, pasar Cili berpotensi menjadi salah satu pintu masuk produk UMKM Indonesia ke kawasan Amerika Latin. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *