Prajurit Korps Marinir TNI AL menyerahkan bantuan sosial secara langsung kepada warga terdampak gempa di Dusun Wahima, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Jumat (21/8/2026).(Foto: Ist)
MANGGARAI, NP – Keterbatasan akses tak menghalangi Prajurit Petarung Korps Marinir TNI Angkatan Laut menjangkau warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel Satgas Penanggulangan Bencana Korps Marinir turun langsung menyalurkan bantuan sosial kepada warga Dusun Wahima, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8/2026).
Bantuan diantar langsung ke tengah warga yang membutuhkan. Langkah tersebut menjadi bagian dari operasi kemanusiaan Korps Marinir untuk memastikan bantuan tidak berhenti di titik distribusi, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan akses terbatas.
Misi kemanusiaan itu digelar setelah Korps Marinir mengirimkan pasukan zeni, tenaga kesehatan, dan bantuan sosial ke Flores, NTT, menggunakan KRI SHS. Bantuan yang dihimpun dari sejumlah satuan dan pihak pendukung mencakup beras, makanan siap saji, mi instan, air mineral, pakaian dewasa dan anak-anak, perlengkapan bayi, perlengkapan mandi, selimut, perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan pokok lainnya.
Di lapangan, Satgas yang dipimpin Letkol Mar Achmad Muthohar, CACA., CRMP. selaku Dansatgas mengerahkan 50 personel Menzeni 2 Marinir, lengkap dengan kendaraan dan alat berat. Kekuatan tersebut digunakan untuk mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus mendukung pemulihan fasilitas dan kebutuhan dasar masyarakat.
Tak hanya membagikan bantuan, personel Marinir juga membangun sejumlah fasilitas pendukung. Posko, rumah sakit lapangan, dan dapur lapangan didirikan di halaman SDK Kedindi, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reo. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memperkuat pelayanan dan penanganan warga pascabencana.
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menegaskan kehadiran prajurit di daerah bencana bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi merupakan bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat.
“Kehadiran prajurit di tengah masyarakat merupakan bagian dari pengabdian dan tanggung jawab Korps Marinir. Laksanakan tugas dengan tulus, profesional, dan penuh kepedulian, serta pastikan bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas Pangkormar. (red)







Be First to Comment