Suasana penuh keakraban saat jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama pengurus dan anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) berfoto bersama dalam rangka memperingati HUT ke-14 IWO.(Foto: Ist)
BENGKULU, NP — Pemerintah Provinsi Bengkulu mengingatkan insan pers agar tidak terjebak dalam budaya kejar cepat yang berkembang seiring pesatnya arus informasi digital. Kecepatan pemberitaan harus tetap dibarengi akurasi, keberimbangan, kredibilitas, dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik.
Pesan itu disampaikan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO), Sabtu (15/8/2026).
“Kecepatan dalam penyampaian informasi di era digital harus selaras dengan informasi yang benar, berimbang, dapat dipercaya, serta tetap mengedepankan etika jurnalistik,” kata Khairil saat membacakan sambutan Gubernur Bengkulu.
Menurut Khairil, derasnya arus informasi membuat tantangan dunia jurnalistik semakin berat. Berita bohong atau hoaks dapat menyebar dalam hitungan menit dan berpotensi membentuk opini publik sebelum kebenarannya teruji.
Karena itu, pers tidak cukup hanya menjadi pihak yang paling cepat memberitakan. Wartawan dituntut menjadi pihak yang mampu memastikan informasi yang disampaikan kepada publik benar, terverifikasi, dan memiliki konteks yang jelas.
“Pers memiliki peran strategis dalam menyajikan informasi yang akurat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” ujar Khairil.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama, baik bagi pemerintah maupun insan pers. Di tengah banjir informasi, media justru dituntut semakin disiplin menjalankan fungsi jurnalistiknya sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah IWO Bengkulu Musda Mori menegaskan organisasi wartawan online tersebut siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk menghadapi ancaman hoaks serta meningkatkan kualitas pemberitaan.
“Kita kembali menyatukan langkah untuk menjadikan IWO lebih baik. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah. IWO berkomitmen menyampaikan informasi secara berimbang dan berintegritas,” kata Musda.
Menurut dia, perkembangan teknologi tidak boleh membuat wartawan kehilangan pijakan dalam menjalankan profesinya. Kemampuan memanfaatkan teknologi harus berjalan beriringan dengan profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab terhadap publik.
Peringatan HUT ke-14 IWO tersebut turut dihadiri Ketua Umum IWO Dwi Christanto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu Nelly Allesa, Asisten III Pemerintah Kota Bengkulu Toni Elfian, serta sejumlah pejabat lainnya.
HUT ke-14 IWO pun menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa di tengah kompetisi media yang semakin cepat, kualitas dan integritas tidak boleh dikorbankan demi sekadar menjadi yang pertama. Wartawan dituntut bukan hanya cepat, tetapi juga tepat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. (red)







Be First to Comment