Pemeriksaan kesehatan dasar dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FTTP Unhan RI di Desa Cibuluh. (Foto: Ist)
SUBANG, NP — Fakultas Teknologi Pertahanan dan Potensi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (FTTP Unhan RI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Terpadu di Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Desa Wisata Cibuluh sebagai Desa Sehat, Bersih, Tangguh, Ramah Lansia, dan Berkelanjutan Berbasis Teknologi Tepat Guna, Ketahanan Lingkungan, dan Kolaborasi Industri Pertahanan.”
Program PKM tersebut terlaksana melalui kolaborasi FTTP Unhan RI, PT Dahana, Politeknik Negeri Subang, Pemerintah Desa Cibuluh, serta Gerakan Sejuta Kacamata. Kegiatan ini menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus penguatan nilai bela negara melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat, kesehatan lingkungan, dan ketahanan wilayah berbasis desa.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dekan FTTP Unhan RI Prof. Dr. Henry Setiyanto, S.Si., M.T., Wakil Dekan FTTP Unhan RI Brigjen TNI Wawan Subarjo, S.Sos., M.Si., Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Politeknik Negeri Subang Wiwik Endah Rahayu, S.TP., M.Si., Dandim 0605/Subang Letkol Czi Asep Saepudin, S.E., jajaran Direksi PT Dahana, Danramil 0505/Tanjungsiang, Kapolsek Tanjungsiang, Pemerintah Desa Cibuluh, tokoh masyarakat, para veteran, warakawuri, purnawirawan TNI/Polri, serta warga setempat.
Dalam kegiatan tersebut, FTTP Unhan RI bersama mitra menyerahkan bantuan pompa air untuk mendukung distribusi air bersih di Desa Cibuluh. Selain itu, juga diserahkan Teknologi Tepat Guna (TTG) pengolah sampah hasil kolaborasi riset antara Unhan RI, Politeknik Negeri Subang, dan PT Dahana, yang diharapkan mampu mendorong pengelolaan sampah rumah tangga dan kawasan wisata secara lebih produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Dekan FTTP Unhan RI, Prof. Dr. Henry Setiyanto, menegaskan bahwa kegiatan PKM ini merupakan bagian dari tanggung jawab akademik sekaligus moral perguruan tinggi pertahanan. Ia menyebutkan bahwa pengabdian masyarakat merupakan wujud nyata implementasi bela negara dalam konteks pembangunan non-militer.

“Pengabdian kepada masyarakat adalah wujud nyata bela negara. Bela negara tidak hanya berbicara tentang pertahanan militer, tetapi juga tentang bagaimana perguruan tinggi hadir memperkuat kesehatan masyarakat, ketahanan lingkungan, kemandirian desa, dan pemanfaatan teknologi tepat guna,” ujar Prof. Henry dalam keterangannya. Ia menambahkan, “Desa Cibuluh memiliki potensi besar sebagai desa wisata, dan potensi itu harus diperkuat dengan lingkungan yang sehat, bersih, serta masyarakat yang tangguh.”
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh sinergi strategis antara perguruan tinggi, industri pertahanan, pendidikan vokasi, pemerintah desa, dan aparat kewilayahan. Menurutnya, kekuatan pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada alat utama sistem senjata, tetapi juga pada desa-desa yang mandiri, sehat, dan produktif.
Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Politeknik Negeri Subang, Wiwik Endah Rahayu, turut menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai PKM ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu di tengah masyarakat.
“Politeknik Negeri Subang mendukung penuh kegiatan kolaboratif seperti ini karena sejalan dengan semangat pendidikan vokasi, yaitu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, “Teknologi tepat guna harus lahir dari kebutuhan masyarakat, mudah digunakan, mudah dirawat, dan benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.”
Sementara itu, Kepala Desa Cibuluh, Kec. Tanjungsiang, Kab. Subang Edi Junaedi menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai bantuan yang diberikan sangat membantu kebutuhan masyarakat, terutama dalam penyediaan air bersih, pengelolaan lingkungan, dan peningkatan layanan kesehatan.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Unhan RI, PT Dahana, Politeknik Negeri Subang, dan seluruh mitra. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Desa Cibuluh,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa program tersebut mendukung pengembangan Desa Cibuluh sebagai desa wisata yang sehat dan berkelanjutan.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan PKM juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan dasar bagi 350 warga, pembagian 250 kacamata baca dan 86 kacamata minus, sosialisasi Teknologi Tepat Guna, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama dari kelompok lansia, keluarga veteran, dan purnawirawan TNI/Polri yang hadir sejak awal kegiatan.
Ketua Gerakan Sejuta Kacamata, H. Denny, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa. “Kami ingin memberikan perhatian lebih kepada para veteran sebagai bentuk penghormatan sekaligus melanjutkan semangat perjuangan mereka,” ujarnya.
Pemberian kacamata kepada veteran, warakawuri, dan purnawirawan TNI/Polri disebut memiliki makna khusus sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada negara. Hal ini juga sejalan dengan nilai-nilai Universitas Pertahanan RI dalam memperkuat semangat bela negara dan kepedulian sosial.
Kegiatan PKM Terpadu ini diharapkan menjadi model pengembangan desa wisata berbasis kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan kesehatan masyarakat, teknologi tepat guna, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Cibuluh. Warga berharap program serupa dapat terus berlanjut secara berkesinambungan untuk memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan desa. (red)







Be First to Comment