Ketua KADIN Komite Bilateral Rusia, Didit Ratam (keenam dari kanan), Hanzela Calista (kelima dari kanan), serta delegasi Indonesia berfoto bersama di sela Russia–ASEAN Business Forum 2026 di Kazan. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – PT Manna Indonesia Group (Trade, Tourism, Investment, Culinary & Creative Economy) berhasil mengembangkan aplikasi payment gateway untuk mempermudah transaksi keuangan, khususnya dalam mendukung kerja sama bilateral Indonesia dan Rusia. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus mendorong pertumbuhan perdagangan, investasi, pariwisata, dan sektor lainnya.
Founder dan CEO PT Manna Indonesia Group, Hanzela Calista, mengatakan pengembangan payment gateway tersebut berawal dari keikutsertaan perusahaan dalam Russia–ASEAN Business Forum 2026 di Kazan, Republik Tatarstan, Rusia.
“Kami bikin payment gateway di sela presentasi Russia–ASEAN Business Forum 2026. Kebetulan, saya salah satu pembicara pada forum tersebut,” ujar Hanzela kepada Redaksi, Minggu (5/7/2026).
Perkembangan teknologi finansial (fintech) mendorong lahirnya berbagai layanan payment gateway yang mempermudah transaksi sekaligus meningkatkan keamanan pembayaran. Di sisi lain, hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, dan kerja sama lintas sektor antara Indonesia dan Rusia juga terus menunjukkan perkembangan positif.
Melalui keikutsertaan dalam Official Indonesian Business Delegation pada ajang Russia–ASEAN Business Forum 2026, PT Manna Indonesia Group turut mendorong terwujudnya sistem pembayaran lintas negara (cross-border payment gateway).

“Kami inisiator pembuatan kerja sama cross-border payment gateway,” kata Hanzela.
Menurut dia, inisiatif tersebut lahir dari pengalaman wisatawan Indonesia yang selama ini kerap mengalami kesulitan melakukan pembayaran saat berada di Rusia. Karena itu, PT Manna menggagas kerja sama antarpelaku usaha (business to business/B2B) untuk mempermudah transaksi sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan kedua negara.
Dengan sistem tersebut, wisatawan Indonesia dapat lebih mudah melakukan pembayaran belanja, transportasi, maupun transaksi lainnya selama berada di Rusia tanpa harus berkali-kali menukarkan mata uang.
“Kami mencari partner remittance agar turis Indonesia bisa belanja dan membayar transportasi dengan mudah di Rusia. Selain itu, wisatawan Indonesia tidak lagi dibebani biaya penukaran mata uang berkali-kali. Sebaliknya, wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia juga mendapatkan kemudahan. Mereka cukup menggunakan SIM Card Telkomsel yang sudah di-whitelist, mengunduh aplikasi LinkAja, lalu dapat bertransaksi dengan limit Rp40 juta per bulan dan maksimal Rp20 juta dalam satu kali transaksi,” jelasnya.
Hanzela menambahkan, sistem yang sama juga diterapkan dalam kerja sama sektor pariwisata. Wisatawan yang telah membeli paket wisata dapat langsung mengakses aplikasi pembayaran sehingga dana yang dimiliki dapat digunakan untuk berbagai transaksi selama berada di Indonesia.
“Dulu wisatawan Rusia harus membeli aset kripto terlebih dahulu sebelum dapat bertransaksi di Indonesia. Setelah itu mereka baru mencairkan kripto menjadi rupiah. Sekarang mereka bisa langsung menarik dana dan bertransaksi di Indonesia tanpa harus membeli maupun menukarkan kripto,” ujarnya.
Dalam penyelenggaraan Russia–ASEAN Business Forum 2026, para pemimpin pemerintahan, pelaku usaha, investor, lembaga keuangan, dan organisasi internasional dari negara-negara ASEAN serta Rusia membahas berbagai peluang kerja sama strategis di bidang perdagangan, investasi, teknologi, energi, logistik, ekonomi digital, hingga pembangunan berkelanjutan.
Hanzela mengatakan sejumlah institusi di Rusia juga menyambut positif peluang kerja sama tersebut.
“Selama pertemuan, beberapa institusi di Rusia, seperti Russian Export Center (REC), Moscow Export Center, Ministry of Economic Development of the Russian Federation, Credit Europe Bank Russia, dan Industrial Cluster of the Republic of Tatarstan menyambut baik prospek kerja sama dengan Indonesia,” katanya. (Liu)







Be First to Comment