Dirreskrimum PMJ, Kombes. Iman Imanuddin, jelaskan perkembangan penyelidikan kasus teror air keras, aktivis KontraS. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP — Polda Metro Jaya masih mendalami kasus dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Polisi kini mengandalkan pemeriksaan forensik terhadap barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes. Iman Imanuddin, mengatakan penyidik tengah menguji sejumlah barang bukti di laboratorium forensik, termasuk helm dan wadah yang diduga digunakan untuk menyimpan cairan kimia.
“Kami sedang melakukan uji laboratorium forensik terhadap helm dan wadah yang diduga digunakan untuk tempat cairan kimia tersebut,” kata Iman dalam konferensi pers, di Polda Metro Jaya, Senin (16/3).
Menurutnya, pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengungkap identitas pelaku melalui sidik jari maupun DNA yang mungkin tertinggal pada barang bukti.
“Harapannya dari hasil uji forensik dapat ditemukan sidik jari maupun DNA pelaku yang menempel pada helm tersebut,” ujarnya.
Selain itu, penyidik juga melakukan analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) serta penelusuran jaringan komunikasi guna mengetahui pergerakan pelaku sebelum dan setelah kejadian.
Dari analisis sementara, pelaku terlihat bergerak cukup tenang sebelum aksi berlangsung. Namun setelah kejadian, kendaraan yang digunakan pelaku melaju dengan kecepatan lebih tinggi.
Polisi juga masih mendalami dua orang yang terekam kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, dari analisis rekaman CCTV, penyidik menemukan sekitar 260 kemungkinan kombinasi nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku.
Hingga kini, polisi belum melakukan penangkapan dan masih terus mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap kasus tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk melapor melalui call center 110 atau hotline kepolisian. (red)







Be First to Comment