Bahlil Lahadalia menyampaikan paparan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Bakom)
JAKARTA, NP — Pemerintah memastikan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional tetap aman meski terjadi penyesuaian sumber impor akibat dinamika geopolitik global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan sebagian impor LPG Indonesia sebelumnya berasal dari kawasan Timur Tengah.
“LPG kita impor 20 persen dari Timur Tengah. Total dari 7,6 juta ton impor, sekitar 70 sampai 75 persen berasal dari Amerika Serikat,” kata Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
Menurutnya, pemerintah telah mengalihkan sebagian pasokan LPG dari Timur Tengah ke negara lain melalui kontrak jangka panjang.
“Dengan kondisi sekarang, pasokan LPG dari Timur Tengah kita alihkan. Kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini masuk dua kargo dari Australia,” ujarnya.
Pemerintah juga menjadwalkan kedatangan sejumlah kargo LPG pada 28 Maret, 4 April, dan 8 April guna memastikan pasokan tetap stabil menjelang dan setelah Idulfitri.
Selain LPG, Bahlil memastikan pasokan solar nasional kini telah aman karena dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, salah satunya berkat operasional proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan yang membantu mengurangi impor solar.
Sementara itu, sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia sebelumnya juga berasal dari Timur Tengah.
Pemerintah kini telah menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain melalui kontrak jangka panjang. (red)












Be First to Comment