Tim Indonesia Air Force Archery (IAFA) berpose di atas podium usai meraih medali pada ASCI 3 International Archery Championship di Sentul, Bogor. (Foto: Ist)
SENTUL, NP – Tim atlet panahan Indonesia Air Force Archery (IAFA) meraih 12 medali pada ajang ASCI 3 International Archery Championship yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 13–15 Februari 2026.
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara dalam siaran pers yang diterima, Minggu (22/2/2026), menyampaikan bahwa perolehan tersebut terdiri atas empat medali emas, enam medali perak, dan dua medali perunggu, yang mengantarkan IAFA meraih juara umum kelima pada ajang internasional tersebut.
“Keberhasilan ini merupakan hasil dari kesiapan atlet, sistem kepelatihan yang terarah, serta pembinaan berkelanjutan di lingkungan TNI Angkatan Udara,” demikian keterangan resmi Dispenau.
Pada Kategori Barbow 20 meter, Prada Nicho tampil gemilang dengan merebut medali emas kualifikasi putra dan perak pada nomor eliminasi. Sementara itu, Kolonel Kal Taufik Nurdin menyabet emas eliminasi putra serta perak kualifikasi.
Di nomor beregu putra Barbow 20 meter, medali emas diraih tim yang diperkuat Kolonel Kal Taufik Nurdin, Peltu (Purn.) Tri Crot, dan Prada Nicho. Adapun medali perunggu beregu putra dipersembahkan Marsma TNI I.G.K. Alit Wibawa, Kolonel Lek Bayu Hendraji, dan Kolonel Tek Arief Rahman.
Prestasi juga ditorehkan tim beregu putri melalui raihan emas yang diraih Lettu Kes Hernny, Serka Novi, dan Serda Anisya. Pada nomor mix team, Lettu Kes Hernny bersama Prada Nicho menyumbangkan medali perak.
Beralih ke Kategori Barbow 50 meter, medali perunggu beregu putra diraih Letkol Kal Indra, Letkol Lek La Kala, dan Lettu Kal Tri Hartanto. Sementara itu, medali perak beregu putri diraih Mayor Kes Dwi, Lettu Kes Hernny, dan PNS Wina. Pada nomor mix team, Lettu Kal Tri Hartanto bersama PNS Wina kembali menyumbangkan perak.
Dari nomor Compound 50 meter, tim beregu putra yang diperkuat Serma Chairil, Serka Sampir, dan Serda Didin turut menambah koleksi medali melalui raihan perak.
Kejuaraan internasional tersebut diikuti 66 klub panahan dari berbagai daerah dan negara, menghadirkan persaingan ketat di setiap nomor pertandingan. Di tengah kompetisi yang berlangsung sengit, IAFA mampu mencatatkan performa konsisten sepanjang kejuaraan.
“Capaian ini diharapkan menjadi pijakan untuk menjaga konsistensi prestasi serta meningkatkan hasil pada kejuaraan berikutnya,” demikian Dispenau menegaskan.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan daya saing IAFA di level internasional serta memperkuat posisi TNI Angkatan Udara dalam pembinaan olahraga prestasi. (red)







Be First to Comment