Press "Enter" to skip to content

TNI AL Terima Tim Peneliti Belanda, Tekankan Perlindungan Infrastruktur Dasar Laut

Social Media Share

Delegasi TNI Angkatan Laut bersama Tim Peneliti Kementerian Pertahanan Belanda berfoto bersama usai diskusi Critical Underwater Infrastructure di Gedung Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, Jakarta.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla., ditunjuk sebagai Ketua Delegasi TNI Angkatan Laut untuk menerima Tim Peneliti Staf Kementerian Pertahanan Belanda Young Delegation Team TA 2026. Acara yang mengangkat tema “Critical Underwater Infrastructure” itu digelar di gedung Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, Jakarta, Selasa (10/02/2026).

Dalam pertemuan itu, Laksamana Pertama Salim menekankan pentingnya kerja sama bilateral. “Dasar laut saat ini bukan lagi ruang pasif. Infrastruktur kritis seperti kabel komunikasi dan pipa migas adalah urat nadi ekonomi dan keamanan global yang perlu perhatian serius,” ujarnya.

Diskusi berlangsung konstruktif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Salah satunya, bahwa dasar laut (seabed domain) kini menjadi domain strategis yang aktif dan diperebutkan, tidak sekadar jalur kabel dan pipa bawah laut. Poin lainnya, Critical Underwater Infrastructure (CUI) memiliki karakteristik tersembunyi sehingga pengawasan dan perlindungannya menjadi tantangan tersendiri.

Delegasi TNI Angkatan Laut dipimpin Kapusjianmar Seskoal dan terdiri dari Kapus Oyu Seskoal Kolonel Laut (P) Bagus Jatmiko, Ph.D., Kadepstra Seskoal Letkol Laut (P) Lucky Wuwung, M.M.P., Pabandya Binkamla Ban II/Ops Sopsal Letkol Laut (P) Andromeda Windra Ciptadi, M.A., M.M.D.S., Kasubditjian Asia-Pasifik Ditjianwas Pusjianmar Seskoal Letkol Laut (T) Panji Agung Nugroho, M.Eng.Mgmt., M.Tr.Opsla., serta Pabanda Jakren Ban I Srenaal Mayor Laut (P) Muhammad Deni Amrullah.

Sementara itu, delegasi Belanda dipimpin RADM Jeanette Morang (RNLN) dan diikuti 26 peserta Young Defence Study Trip. Laksamana Pertama Salim menutup pertemuan dengan menyatakan, “Pertukaran pandangan strategis ini penting untuk memperkuat keamanan maritim dan sinergi antara kedua angkatan laut.” (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *