Press "Enter" to skip to content

Roki Panjaitan Purnabakti, Mahkamah Agung Apresiasi 41 Tahun Pengabdian

Social Media Share

Suasana haru dan khidmat mewarnai upacara purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Tanjung Karang, Roki Panjaitan, di Tanjung Karang, Sabtu (2/5/2026), yang dihadiri jajaran Mahkamah Agung RI.(Foto: Ist)

BANDAR LAMPUNG, NP – Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Tanjung Karang, Roki Panjaitan, S.H., resmi memasuki masa purnabakti setelah mengabdi selama 41 tahun di dunia peradilan. Upacara wisuda purnabakti yang digelar di Tanjung Karang berlangsung khidmat dan penuh haru, menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang hakim yang dikenal berintegritas tersebut.

Prosesi puncak ditandai dengan penanggalan kalung dan tanda jabatan hakim yang kemudian diserahkan kepada Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. Dalam kesempatan itu, Ketua MA memberikan apresiasi atas pengabdian panjang Roki Panjaitan. Ia menegaskan bahwa selama lebih dari empat dekade, Roki telah menunjukkan integritas, ketegasan, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas sebagai hakim maupun pimpinan pengadilan. Ia juga menyoroti perjalanan kariernya yang dalam empat tahun terakhir mencapai puncak, saat dipercaya memimpin tiga pengadilan tingkat banding secara berturut-turut, yakni Pengadilan Tinggi Gorontalo, Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah, hingga terakhir Pengadilan Tinggi Tanjung Karang.

Ketua Mahkamah Agung juga mengingatkan bahwa perjalanan karier Roki Panjaitan yang dimulai dari calon hakim di Pengadilan Negeri Bogor hingga purna tugas mencerminkan komitmen kuat dalam menegakkan hukum dan keadilan. “Jabatan hanyalah sarana untuk berbuat kebaikan, sementara yang akan dikenang adalah integritas, manfaat, dan jasa yang ditinggalkan,” ujar Ketua MA dalam sambutannya yang disampaikan melalui siaran pers, Sabtu (2/5/2026).

Pada kesempatan tersebut, MA juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian Roki Panjaitan, sekaligus ucapan terima kasih kepada keluarga, khususnya istri yang selama ini setia mendampingi dalam perjalanan tugasnya di dunia peradilan.

Ketua MA menambahkan bahwa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian. “Acara wisuda purna bakti ini menjadi momentum refleksi bahwa pengabdian tidak berhenti setelah masa dinas berakhir, melainkan terus berlanjut dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya dalam pidato tersebut.

Profil Roki Panjaitan

Roki Panjaitan lahir di Balige pada 30 April 1959. Ia tumbuh sebagai pribadi yang dikenal tegas, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi. Pendidikan dasarnya ditempuh di Parulian Medan dan lulus pada 1972, kemudian melanjutkan ke SLTP Negeri 3 Medan dan menyelesaikannya pada 1975. Pendidikan menengah atas diselesaikan di SLTA Negeri 5 Medan pada 1979. Ia kemudian melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dan lulus pada 1984. Untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan kepemimpinan, ia juga mengikuti pendidikan Lemhannas angkatan 49 pada 2013.

Kariernya di dunia peradilan dimulai pada 1985 sebagai Calon Hakim di Pengadilan Negeri Bogor. Empat tahun kemudian, ia diangkat sebagai Hakim di Pengadilan Negeri Bengkalis pada 1989. Pengalaman yudisialnya semakin berkembang saat bertugas di berbagai daerah, termasuk Pengadilan Negeri Cibinong pada 1988 dan Pengadilan Negeri Sintang pada 1995.

Pada 2002, ia dipercaya bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kariernya kemudian berlanjut ke Mahkamah Agung pada 2006 sebagai Hakim Yustisial, dan setahun setelahnya menjabat Asisten Koordinator Mahkamah Agung, yang menunjukkan kepercayaan institusi terhadap kapasitas dan integritasnya.

Tahun 2008 ia diangkat sebagai Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Tanjung Karang, kemudian berpindah ke Pengadilan Tinggi Jakarta pada 2010. Pada 2014, ia dipercaya menjadi Panitera Muda Pidana Khusus di Mahkamah Agung.

Memasuki jenjang kepemimpinan, ia menjabat Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya pada 2019, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Tanjung Karang pada 2020, dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Riau pada 2021.

Puncak kariernya ditandai dengan pengangkatan sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo pada 2022, Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah pada 2023, dan kembali dipercaya sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Tanjung Karang pada 2025.

Sepanjang perjalanan kariernya, Roki Panjaitan dikenal sebagai sosok teladan yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki integritas yang kuat serta dedikasi tinggi terhadap institusi peradilan. Ia menjadi inspirasi bagi banyak generasi penerus melalui keteladanan, bimbingan, serta komitmennya dalam melahirkan hakim-hakim berintegritas di masa depan. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *