Press "Enter" to skip to content

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 780 Kg Sisik Trenggiling di Perairan Merak

Social Media Share

Komandan Lanal Banten Catur Yogiantoro menjelaskan kronologi penggagalan penyelundupan sisik trenggiling 780 kg di hadapan wartawan.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP – TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 780 kilogram sisik trenggiling yang dibawa kapal berbendera Vietnam, MV Hoi An 8, di Perairan Tanjung Sekong, Merak, Banten, Selasa (7/4). Penggagalan ini bermula dari patroli rutin KAL Anyer I-3-64 yang mendeteksi pergerakan mencurigakan kapal tersebut sebelum dilakukan prosedur penghentian dan pemeriksaan.

Tim VBSS (Visit, Board, Search, and Seizure) yang melaksanakan pemeriksaan di atas kapal menemukan 26 paket kardus berisi sisik trenggiling dengan total berat mencapai 780 kilogram, yang disembunyikan di bagian haluan palka. Semua barang bukti, beserta kapal dan nakhodanya, kini diamankan di Mako Lanal Banten untuk proses penyelidikan lebih lanjut, sementara kapal tetap berada dalam pengawasan ketat unsur patroli TNI AL.

“Kapal MV Hoi An 8 yang membawa muatan resmi berupa steel coil ini diduga melakukan pelanggaran hukum terkait penyelundupan dan perdagangan satwa dilindungi,” kata Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro. Berdasarkan temuan awal, modus operandi masih dalam pendalaman dan diduga melibatkan praktik transshipment di laut. Nilai ekonomis barang bukti diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, mengingat tingginya permintaan sisik trenggiling di pasar gelap internasional.

Catur menegaskan bahwa keberhasilan penggagalan ini merupakan wujud kesiapsiagaan prajurit dalam melaksanakan patroli dan pengawasan wilayah laut. “Kami terus mendalami kasus ini guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan internasional, sekaligus mencegah segala bentuk kegiatan ilegal, khususnya perdagangan satwa dilindungi yang mengancam kelestarian ekosistem,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Dr. Muhammad Ali agar seluruh jajaran TNI AL meningkatkan kewaspadaan serta memperketat pengawasan di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia. TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kedaulatan serta melindungi sumber daya alam demi kepentingan bangsa dan negara. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *