Suasana kunjungan Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto bersama delegasi Pushidrosal di fasilitas Teledyne Marine, Denmark.(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal), Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., melaksanakan kegiatan Factory Visit ke Teledyne Marine di Denmark dan Teledyne Caris di Amsterdam, Belanda, pada 24–30 Mei 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kapabilitas teknologi hidrografi dan pemetaan bawah laut nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Danpushidrosal didampingi Asrena Danpushidrosal Laksma TNI B. Dwiadji Gultom, S.T., CRMP., serta Kadisveranautikas Pushidrosal Kolonel Laut (E) Dr. Anang Prasetia Adi, S.T., M.Si., M.Tr.Opsla. Delegasi meninjau secara langsung fasilitas workshop Teledyne Marine Denmark, termasuk berbagai peralatan survei hidrografi seperti Multibeam Echosounder (MBES) seri T50P, T51R, D100, MB2/T20 (USV Z-Boat), serta Single Beam Echosounder (SBES) E20.
Selain itu, rombongan juga melakukan diskusi teknis terkait pengembangan teknologi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) Gavia, SeaRaptor, glider Slocum G3, dan Slocum Sentinel. Kegiatan turut mencakup peninjauan fasilitas kolam uji (test tank) yang digunakan untuk pengujian dan validasi kinerja berbagai peralatan survei kelautan.
Kunjungan tersebut juga diisi dengan pertemuan resmi dan diskusi teknis bersama jajaran manajemen Teledyne Marine yang dipimpin General Manager and Vice President Teledyne Marine Europe, Ole Soe-Pedersen. Pertemuan itu menjadi sarana strategis untuk bertukar informasi mengenai perkembangan teknologi survei hidro-oseanografi global sekaligus mempererat hubungan kerja sama yang telah terjalin selama ini.
Selanjutnya, di Teledyne Caris Amsterdam, delegasi Pushidrosal melaksanakan diskusi mendalam mengenai pengembangan perangkat lunak Caris, implementasi standar IHO S-100, migrasi data S-57 ke S-100, serta berbagai inovasi dalam teknologi pengolahan data hidrografi.
Melalui kunjungan tersebut, delegasi memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kemampuan sistem Caris dalam mengintegrasikan berbagai sumber data hidrografi, mulai dari LiDAR, Satellite Derived Bathymetry (SDB), MBES, SBES, data batimetri, hingga backscatter dalam satu sistem pengolahan yang terintegrasi.
Danpushidrosal menyampaikan bahwa perkembangan teknologi survei dan pemetaan kelautan saat ini menuntut transformasi yang berkelanjutan agar Pushidrosal mampu menjawab tantangan kebutuhan pengadaan peralatan maupun pengembangan teknologi survei di masa mendatang.
Hasil kegiatan Factory Visit tersebut menunjukkan bahwa Pushidrosal dapat mempertimbangkan implementasi perangkat lunak Teledyne Caris secara terintegrasi guna mendukung pengolahan data hidro-oseanografi dan penerapan standar IHO S-100. Untuk itu, Pushidrosal berencana mengundang Teledyne Caris guna melaksanakan trial dan demonstrasi teknis di lingkungan Pushidrosal, termasuk memberikan dukungan pada pelaksanaan uji coba S-101 di Teluk Jakarta yang direncanakan pada awal September 2026. (red)







Be First to Comment