Kapal SPOB Kurnia Abadi 019 diamankan TNI AL di APBS dengan muatan 380 kiloliter BBM jenis HSD tanpa dokumen resmi.(Foto: Ist)
SURABAYA, NP — TNI Angkatan Laut melalui unsur Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) V berhasil menggagalkan dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) ilegal. Penindakan dilakukan unsur patroli yang tengah melaksanakan Operasi Penegakan Hukum dan Keamanan Laut (Gakkumla) di Perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Sabtu (14/3/2026).
Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) menyampaikan bahwa kejadian ini bermula dari laporan staf Intelijen Kodaeral V yang mendeteksi aktivitas mencurigakan kapal SPOB Kurnia Abadi 019 di wilayah APBS. “Setelah menerima laporan, staf operasi Kodaeral V memerintahkan unsur patroli KAL Katon dari Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral V untuk melaksanakan prosedur Pengejaran, Penangkapan, dan Penyelidikan (Jarkaplid) terhadap kapal yang dicurigai,” kata Dispenal dalam press release, Minggu (15/3/2026).
Saat diperiksa di laut, tim menemukan kapal SPOB Kurnia Abadi 019 diduga berlayar tanpa dokumen yang sah. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kapal berukuran 222 Gross Tonnage (GT) itu membawa muatan bahan bakar jenis High Speed Diesel (HSD) sekitar 380 kiloliter. Kapal tersebut diawaki enam orang anak buah kapal (ABK) dengan nakhoda berinisial AD.
Dispenal menambahkan, “Dari dokumen awal yang diperiksa, kapal tersebut tidak memiliki perusahaan atau badan hukum resmi sebagai pemilik, sementara agen kapal tercatat atas nama inisial B/T.” Dari pendataan sementara, potensi kerugian negara yang berkaitan dengan muatan BBM diperkirakan mencapai sekitar Rp5,58 miliar. Unsur KAL Katon kemudian mengawal kapal SPOB Kurnia Abadi 019 menuju pangkalan Surabaya untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan nasional. Dispenal menegaskan, “Langkah ini sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, untuk menjaga keamanan laut serta mencegah pelanggaran hukum di jalur pelayaran strategis.” (red)







Be First to Comment