Konferensi pers pengungkapan 31,8 kg sabu oleh TNI AL dan Polda Riau, Minggu (12/10/2025). Barang bukti diamankan dari Pelabuhan Roro Dumai.(Ist)
JAKARTA, NP — Sinergi aparat TNI Angkatan Laut dan Kepolisian Daerah Riau kembali membuahkan hasil. Sebanyak 30 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat total 31,827 kilogram berhasil diamankan dalam operasi terpadu di Pelabuhan Roro Dumai, Provinsi Riau, Minggu (12/10/2025). Barang haram tersebut diduga kuat akan diselundupkan lintas provinsi menuju Sumatera Selatan.
Dua tersangka yang bertindak sebagai kurir, berinisial DE (32) dan LH (33), warga asal Sumatera Selatan, berhasil ditangkap tanpa perlawanan berarti. Keduanya berupaya menyelundupkan sabu menggunakan kendaraan pribadi jenis Toyota Avanza putih dengan nomor polisi BN 1747 RQ.
Dari hasil pemeriksaan, aparat menemukan 30 bungkus besar sabu yang dibungkus dengan logo teh hijau—modus khas sindikat narkotika internasional—yang disembunyikan secara rapi di sejumlah bagian mobil. Penangkapan berlangsung dramatis setelah kendaraan tersangka tersangkut di pembatas jalan area pelabuhan saat mencoba kabur dari kejaran petugas.
Jalur Laut Masih Rawan
Pelabuhan Roro Dumai diduga menjadi titik transit strategis dalam jaringan peredaran narkotika dari Pulau Rupat (Kabupaten Bengkalis) ke wilayah daratan Sumatera. Modus penyelundupan menggunakan jalur laut dan transportasi umum masih menjadi andalan jaringan pengedar guna menghindari deteksi aparat.
Dari hasil pemeriksaan awal, kedua tersangka mengaku tergiur imbalan besar dari pengendali jaringan yang identitasnya masih dalam proses pendalaman oleh aparat gabungan. Dugaan kuat, jaringan ini memiliki struktur terorganisir dengan kendali dari luar wilayah Riau.
Komitmen TNI AL di Garda Terdepan
Komandan Pangkalan TNI AL Dumai, Kolonel Laut (P) Abdul Haris, dalam konferensi pers di Mapolda Riau, menyampaikan apresiasi atas koordinasi solid antara Lanal Dumai dan Ditresnarkoba Polda Riau. Ia menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan perairan nasional dari ancaman penyelundupan narkoba.
“Peredaran narkotika adalah ancaman nyata terhadap keamanan nasional dan masa depan generasi bangsa. Lanal Dumai akan terus memperkuat pengawasan di jalur-jalur rawan penyelundupan seperti Pulau Rupat dan perairan Dumai,” tegasnya.
Pengungkapan ini menjadi salah satu operasi terbesar di wilayah perairan Riau dalam tahun ini, sekaligus mempertegas komitmen institusi pertahanan dan keamanan negara dalam mendukung pemberantasan narkotika, sejalan dengan Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali.
Dengan tertangkapnya dua pelaku dan disitanya 31,827 kilogram sabu, aparat berhasil menyelamatkan ribuan jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba, serta mengirim pesan tegas kepada jaringan pelaku kejahatan terorganisir bahwa negara tidak akan memberi ruang bagi kejahatan narkotika di wilayah kedaulatan Republik Indonesia.(red)







Be First to Comment