Press "Enter" to skip to content

Seskoal Bersihkan Setu Babakan, Kendalikan Ikan Sapu-Sapu dan Jaga Ekosistem

Social Media Share

Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo didampingi Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar menyaksikan langsung hasil penangkapan ikan sapu-sapu di Setu Babakan, Jakarta Selatan.(Foto: red)

JAKARTA, NP – Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari pelaksanaan program Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang dicanangkan pemerintah.

Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi peran lembaga melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Selain sebagai lembaga pendidikan dan pengkajian, kami juga memiliki LP2M. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, hari ini kami melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah sesuai perintah Presiden melalui program ASRI, dengan lokasi di Setu Babakan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar beserta jajaran, serta sejumlah pejabat di lingkungan Seskoal.

Aksi personel Seskoal menangkap ikan sapu-sapu di Setu Babakan, Jakarta Selatan, dalam rangka pengendalian spesies invasif. (red)

Ariantyo menambahkan, kegiatan ini juga selaras dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, termasuk upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu yang dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem.

“Sebagai bagian dari komponen masyarakat, kami memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga dan melestarikan lingkungan. Kami bersama pemerintah daerah dan masyarakat bergerak bersama membersihkan sampah serta menurunkan populasi ikan sapu-sapu,” jelasnya.

Menurut dia, pemilihan Setu Babakan sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada statusnya sebagai salah satu ikon Jakarta Selatan yang memiliki nilai budaya sekaligus ekosistem yang perlu dijaga keberlanjutannya.

“Tempat ini merupakan ikon sekaligus cagar budaya yang harus dilestarikan, serta ekosistem yang perlu dirawat untuk menjaga keberlangsungan lingkungan, khususnya di Jakarta Selatan,” katanya.

Petugas menimbang hasil tangkapan ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan. (Foto: red)

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi terus berlanjut melalui kolaborasi bersama agar lingkungan menjadi lebih nyaman, sehat, dan ekosistem tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ariantyo juga menjelaskan bahwa penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan sebagai langkah pengendalian populasi, mengingat spesies tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

Diketahui, populasi ikan sapu-sapu yang berkembang pesat dapat menekan keberadaan ikan lokal serta merusak kondisi lingkungan perairan. Spesies invasif ini juga dapat merusak habitat ikan lokal akibat aktivitasnya di dasar perairan serta kemampuan berkembang biak yang tinggi.

Komandan Seskoal melakukan penebaran 10.000 benih ikan tawes di Setu Babakan, Jakarta Selatan. (Foto: red)

Selain penangkapan ikan, Seskoal juga menabur sebanyak 10.000 benih ikan tawes ke perairan Setu Babakan. Kegiatan ini disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem perairan, termasuk imbauan agar tidak melepasliarkan spesies asing ke lingkungan.

Hingga 4 Mei 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tercatat telah menangkap 11,29 ton ikan sapu-sapu.

Warga sekitar menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap upaya serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kelestarian Setu Babakan sebagai destinasi wisata budaya Betawi.

Seskoal menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem perairan, sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan negara. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *