Press "Enter" to skip to content

BKKBN Jabar Berikan Pendampingan Psikososial bagi Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur

Social Media Share

Menteri Wihaji menegaskan komitmen penanganan korban kecelakaan KRL Bekasi Timur, termasuk layanan konsultasi dan trauma healing bagi korban serta keluarga yang membutuhkan.(Foto:Ist)

JAKARTA, NP – Di tengah duka pasca kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) di Bekasi Timur, berbagai layanan dan bantuan terus diberikan kepada para korban yang tengah berjuang memulihkan kondisi fisik maupun psikologis mereka. Penanganan trauma bagi korban dan keluarga menjadi salah satu perhatian utama pemerintah.

Hal itu disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., dalam keterangannya pada Selasa (28/04/2026).

“Terkait penanganan korban tentu nanti kita akan tindaklanjuti kalau butuh, dalam tanda petik beberapa hal yang berkenaan dengan konsultasi, berkenaan dengan keluarga. Trauma healing, biasanya kewenangan kita di situ. Tentu yang penting yang hari ini adalah fokus penanganan korban biar sampai selesai, kalau nanti membutuhkan trauma healing pasti kita turun, karena itu bagian dari kewajiban kita,” ungkap Menteri Wihaji dalam pers rilis yang diterima redaksi, Senin (4/5/2026).

Menindaklanjuti hal tersebut, Kemendukbangga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat turun langsung mengunjungi keluarga korban serta korban yang masih dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Jumat (29/04/2026). Fokus kunjungan diberikan kepada kelompok rentan, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki balita non PAUD. Kegiatan ini turut didampingi Direktur Ketahanan Keluarga, Lanjut Usia dan Rentan, serta DPC IPeKB Kabupaten dan Kota Bekasi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, S.Si., M.Si., menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi. “Kami turut berduka atas musibah yang menimpa para korban. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar para korban tetap semangat dalam menjalani masa pemulihan,” ujarnya.

Kunjungan kemanusiaan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga bertujuan memberikan penguatan moril, memastikan kondisi terkini para korban, serta menyalurkan bantuan yang dibutuhkan. Diharapkan, dukungan tersebut dapat membantu menumbuhkan kembali semangat para korban dalam proses pemulihan.

Lebih lanjut, Dr. Dadi menegaskan bahwa pemulihan psikologis menjadi aspek penting yang tidak dapat diabaikan dalam penanganan pasca trauma. Untuk itu, Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan layanan Satyagatra sebagai bentuk dukungan psikososial bagi keluarga terdampak.

“Kami mengajak pula untuk langsung berkonsultasi dengan layanan yang digagas Kemendukbangga, yaitu Satyagatra. Layanan ini bisa dimanfaatkan secara gratis oleh korban atau keluarga korban agar kondisi mental setelah merasakan trauma kembali pulih,” katanya.

Selain pendampingan psikologis, BKKBN Jawa Barat juga menyalurkan bantuan berupa santunan serta dukungan nutrisi kepada korban, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekaligus mendukung pemulihan kesehatan.

Melalui rangkaian langkah ini, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmennya bahwa penanganan pasca bencana tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup pemulihan mental dan emosional korban. Pendekatan menyeluruh ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pendampingan yang layak dan berkesinambungan. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *