Dalam amanatnya, Panglima TNI menegaskan bahwa Latsitardanus merupakan wahana strategis untuk membentuk karakter dan kepemimpinan para calon perwira. Ia menyatakan, kegiatan ini bukan sekadar latihan lapangan, melainkan momentum untuk memperkuat integrasi lintas matra dan pengabdian nyata kepada masyarakat sebagai bekal dalam mengemban tugas negara.
Sebelumnya, Latsitardanus ke-46 dibuka di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, pada 17 Januari lalu oleh Komandan Jenderal Akademi TNI, Sidharta Wisnu Graha. Sejak saat itu, para taruna dan kadet menjalani pengabdian terpadu di berbagai wilayah penugasan sebagai wujud implementasi nilai integrasi dan kepemimpinan.
Upacara penutupan yang sarat semangat kebangsaan tersebut tidak hanya menutup rangkaian kegiatan, tetapi juga menegaskan komitmen pembinaan generasi perwira muda yang tangguh, berintegritas, serta siap mengemban amanah pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam kesempatan itu, Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Rudhi Aviantara turut mendampingi Panglima TNI. Hadir pula para pejabat utama TNI–Polri, Kepala Staf masing-masing matra, pejabat wilayah Aceh, serta para tamu undangan lainnya.
Latsitardanus ke-46 Tahun 2026 telah berlangsung sejak 8 Januari hingga 14 Februari 2026 dengan melibatkan 1.980 peserta. Mereka terdiri atas 902 Taruna Akademi TNI (510 Akmil, 238 AAL, dan 154 AAU), 283 Taruna Akademi Kepolisian, 45 Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara, serta 292 Kadet Universitas Pertahanan RI.
Selama satu bulan, para peserta melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang. Berbagai program sosial dan edukatif digelar sebagai implementasi nilai-nilai integrasi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap masyarakat, antara lain pembersihan dan pengecatan fasilitas pendidikan di empat kecamatan sasaran, pelaksanaan trauma healing di sekolah-sekolah, serta pemberian bantuan berupa 2.300 bingkisan, 6.311 tas berisi alat tulis, dan 2.000 unit filter air mini kepada para siswa.
Panglima TNI menegaskan, pengalaman terjun langsung ke tengah masyarakat diharapkan semakin mematangkan kepekaan sosial serta kemampuan adaptasi para taruna dan kadet. “Integrasi dan sinergi yang dibangun selama kegiatan ini harus terus dipelihara sebagai fondasi dalam pelaksanaan tugas ke depan,” ujarnya.
Usai kegiatan ini, para peserta akan kembali ke kesatuan masing-masing untuk bersiap mengikuti pelantikan sebagai perwira TNI dan Polri yang dijadwalkan dilaksanakan oleh Presiden RI pada Juli mendatang.
Melalui Latsitardanus, para taruna dan kadet tidak hanya mengasah kepemimpinan serta kerja sama lintas matra, tetapi juga meneguhkan komitmen sebagai calon pemimpin bangsa yang solutif dan dekat dengan masyarakat. Penutupan ini menjadi simbol sinergi TNI–Polri dan institusi pendidikan kedinasan dalam memperkuat solidaritas, pengabdian, serta semangat persatuan Indonesia. (red)







Be First to Comment