Pemeriksaan truk bermuatan bawang bombay ilegal oleh tim gabungan di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jumat (2/1).(Foto:Ist)
JAKARTA, NP – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang bersama tim gabungan lintas instansi menggagalkan upaya penyelundupan komoditas pangan berupa bawang bombay ilegal serta barang campuran tanpa dokumen di Dermaga Pelabuhan Nusantara 02, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/1).
Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispen TNI AL) dalam keterangan tertulis menyampaikan, operasi tersebut melibatkan Tim Gabungan Lanal Semarang, Kodim 0733/Kota Semarang, Karantina Kota Semarang, serta instansi terkait lainnya. Dari kegiatan itu, petugas mengamankan tujuh unit truk yang baru tiba dari Pontianak, Kalimantan Barat.
Pengungkapan kasus berawal dari pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang turun dari kapal sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan hasil deteksi dini dan kecurigaan petugas, dilakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap sejumlah truk jenis Fuso.
Hasil pemeriksaan menemukan muatan bawang bombay dalam jumlah besar yang diduga tidak dilengkapi dokumen karantina serta izin edar yang sah. Petugas kemudian mengamankan enam truk bermuatan bawang bombay dengan total estimasi berat mencapai 133,5 ton. Selain itu, satu truk lainnya diketahui mengangkut limbah plastik dengan dokumen tidak lengkap.
Berdasarkan harga pasar, nilai total bawang bombay ilegal yang diamankan diperkirakan mencapai Rp6,675 miliar. Praktik penyelundupan tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas harga pangan lokal serta melanggar ketentuan karantina kesehatan tumbuhan.
Seluruh truk beserta muatannya kini diamankan di Kantor Karantina Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk proses penyidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Para sopir juga dimintai keterangan guna mengungkap jaringan pemilik barang ilegal tersebut.
Keberhasilan pengungkapan ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan mendukung keamanan jalur logistik nasional dari praktik perdagangan ilegal melalui jalur laut, sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (red)







Be First to Comment