Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc. saat konferensi pers terkait penggagalan penyelundupan benih bening lobster (BBL).(Ist)
BANYUWANGI, NP — Tim Kodaeral Quick Response Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 85.000 ekor benih bening lobster (BBL) tanpa dokumen resmi di wilayah Banyuwangi, Minggu (7/9/2025). Penindakan ini dilakukan dalam operasi penyekatan di depan Markas Komando (Mako) Lanal Banyuwangi.
Komandan Lanal (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc., dalam keterangan pers di Mako Lanal, menjelaskan bahwa BBL tersebut ditemukan di dalam kendaraan jenis Daihatsu Granmax putih dengan nomor polisi P 9041 EC. Dari hasil pemeriksaan, kendaraan tersebut mengangkut 17 boks styrofoam besar yang masing-masing berisi 20 kantong plastik, dengan tiap kantong berisi 250 ekor BBL.
“Total jumlah benih bening lobster yang diamankan sebanyak 85.000 ekor,” kata Puji Santoso.
Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial FQ, selaku sopir, dan J, sebagai pendamping. Keduanya beserta barang bukti kini diamankan di Mako Lanal Banyuwangi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Danlanal, penyelundupan BBL memiliki nilai ekonomi tinggi karena umumnya dikirim ke pasar luar negeri seperti Vietnam dan Singapura. Ia memperkirakan potensi kerugian negara akibat upaya penyelundupan ini mencapai sekitar Rp 731 juta.
“Lebih jauh lagi, praktik ilegal ini juga dapat membahayakan kelestarian ekosistem laut Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Senin (8/9/2025), pihak Lanal bersama Kejaksaan Negeri Banyuwangi dan Satwas PSDKP Muncar telah melakukan pelepasliaran 16 dari 17 boks BBL ke habitat aslinya di kawasan Bangsring Underwater, Banyuwangi. Satu boks sisanya direncanakan akan dilepasliarkan dalam waktu dekat.
TNI AL, kata Danlanal, akan terus berkomitmen menjaga keamanan laut, menegakkan hukum, dan melindungi sumber daya kelautan dari praktik-praktik ilegal. Ia juga mengajak masyarakat untuk proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan di laut.
“Ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam menjaga kedaulatan dan kekayaan maritim Indonesia,” ujarnya.(red)







Be First to Comment