Press "Enter" to skip to content

Guskamla Koarmada I Laksanakan Pengamanan Insiden Kapal Kandas Di Suar Batu Berhanti Selat Singapura

Social Media Share

JAKARTA, NP – Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I menerima informasi insiden kandasnya MV. SHAHRAZ (Iran) dan MV. SAMUDERA SAKTI (Indonesia) di Perairan Batu Berhanti Selat Singapura, Senin (11/5/2020).

Informasi awal diterima dari ILO IFC Singapura, selanjutnya Guskamla Koarmada I mengerahkan KRI Teluk Gilimanuk-531 yang dipimpin Letkol Laut (P) Ahmad Fahriby untuk melaksanakan pengamatan dan pengamanan bersama unsur maritim lainnya yang ada disekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh informasi bahwa pada pukul 01.14 WIB MV. SHAHRAZ, GT 74.175 bendera Iran, mengalami kandas di atas karang Batu Berhanti, di dekat jalur TSS East Bound Selat Singapura pada posisi 01° 11.283′ N – 103° 52.867′ E, dan kejadian kedua pada pukul 01.19 WIB MV. SAMUDRA SAKTI I, bendera Indonesia, GT 14.446 mengalami kandas di atas karang Batu Berhanti (pada posisi sekitar 200 yards sebelah Selatan MV. SAHRAZ), di dekat jalur TSS East Bound Selat Singapura pada posisi 01° 11.116′ N – 103° 52.950′ E.

“Kandasnya kedua kapal tersebut diduga akibat manuver kapal untuk menghindari tubrukan diantara kedua kapal saat akan saling mendahului, disisi lain nakhoda kapal tidak memahami situasi alur pelayaran dan bahaya navigasi disekitar Perairan Batu Berhanti. Insiden tersebut perlu dilaksanakan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian, sehingga memerlukan investigasi lanjutan,” ujar Danguskamla Koarmada I.

Hasil pengamatan personel KRI Teluk Gilimanuk-531 terdapat retakan di bagian tengah badan kapal MV. Shahraz yang penuh dengan muatan kontainer sehingga untuk menarik kapal tersebut diperkirakan memerlukan waktu cukup lama untuk mengamankan muatan terlebih dulu ke kapal lain.

Selain KRI Teluk Gilimanuk-531 yang berada dilokasi kejadian, saat ini terdapat 2 kapal KPLP yaitu KN. Sarotama dan KN. Kalimasadha sudah berada disekitar lokasi untuk mengamankan lokasi kejadian, demikian disampaikan Danguskamla Koarmada I Laksma TNI Yayan Sofiyan, S.T.

Danguskamla Koarmada I menambahkan bahwa selain unsur permukaan sebagai pengamanan dan stand by SAR, Guskamla Koarmada I juga mengerahkan Pesawat Udara P-8202 dengan Pilot Kapten Laut (P) Budi Satrio melaksanakan pemantauan dari udara terkait insiden tersebut. Guskamla Koarmada I terus berupaya secara sinergis dengan instansi lainnya untuk memberikan rasa aman terhadap seluruh pengguna laut yang melintas di Perairan Selat Singapura dengan kesiapsiagaan Puskodal Guskamla Koarmada I yang telah menggelar jaring Hot Line komunikasi yang setiap saat dapat diakses oleh seluruh pengguna laut, meningkatkan kerjasama antar instansi maupun sharing informasi keselamatan dan keamanan maritim dengan IFC Singapura. Hal tersebut sejalan dengan yang telah ditegskan oleh Pangkoarmada I Laksda TNI Muhammad Ali, S.E. M.M.(Pen)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan