Press "Enter" to skip to content

Estafet Kepemimpinan Asintel Pangkormar Bergulir

Social Media Share

Kolonel Marinir Teguh Santoso (kiri) menyerahkan memorandum jabatan kepada Brigadir Jenderal TNI (Mar) Nanang Saefulloh, di Jakarta, Selasa (9/9/2025).(Ist)

JAKARTA, NP — Estafet kepemimpinan di jajaran intelijen Korps Marinir kembali bergulir. Kolonel Marinir Teguh Santoso secara resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawab jabatan Asisten Intelijen (Asintel) Panglima Korps Marinir kepada Brigadir Jenderal TNI (Mar) Nanang Saefulloh, S.E., M.M., dalam prosesi memorandum jabatan yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Staf Intelijen Korps Marinir, Kesatrian Ali Sadikin, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025).

Memorandum jabatan merupakan tradisi penting dalam tubuh Korps Marinir yang dilaksanakan menjelang serah terima jabatan resmi. Tradisi ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan laporan, evaluasi, serta rekomendasi dari pejabat lama kepada pejabat baru demi menjaga kesinambungan kepemimpinan dan kelangsungan program kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Mar Teguh Santoso memaparkan sejumlah capaian bidang intelijen yang telah diraih selama masa pengabdiannya. Ia juga menyampaikan program-program prioritas yang telah dirintis, langkah-langkah evaluasi terhadap dinamika tugas, serta tantangan yang diprediksi akan dihadapi ke depan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran staf intelijen yang dinilainya memiliki dedikasi tinggi. “Capaian yang berhasil diraih tidak lepas dari kerja sama dan loyalitas seluruh prajurit dan pegawai intelijen Korps Marinir, yang bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam mendukung tugas pokok Korps,” ujarnya.

Sementara itu, Brigjen TNI (Mar) Nanang Saefulloh menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan program kerja yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya. Ia menyebut, peran intelijen semakin krusial dalam mendukung proses pengambilan keputusan strategis.

“Kecepatan, akurasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan situasi menjadi keharusan dalam setiap operasi intelijen,” kata Brigjen Nanang.

Ia juga menyoroti pentingnya profesionalisme, soliditas, serta sinergi antarsatuan dalam menghadapi tantangan intelijen yang kian kompleks. “Korps Marinir harus selalu berada pada tingkat kesiapsiagaan optimal dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman yang berkembang,” ujarnya.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *