Marsdya TNI Minggit Tribowo, Pangkoopsudnas pertama, menandai sejarah baru pertahanan udara Indonesia. (Foto: red)
JAKARTA, NP– Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) kini menjadi garda terdepan pertahanan udara Indonesia. Pembentukan Koopsudnas merupakan validasi dari Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) dan diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019, serta Surat Keputusan Panglima TNI Nomor 24 Tahun 2021 tentang organisasi dan tugasnya.
“Koopsudnas hadir untuk memperkuat pertahanan udara nasional dan memastikan setiap operasi udara dapat dijalankan profesional, efisien, dan sesuai hukum yang berlaku,” ujar Panglima Koopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo dalam keterangannya saat peringatan Hari Jadi ke-4 Koopsudnas di Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Rabu (28/1/2026).
Sejarah Koopsudnas dimulai 2019, ketika pemerintah menetapkan susunan organisasi TNI melalui Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019, membuka jalan bagi pembentukannya. Pada 2021, Panglima TNI menetapkan organisasi dan tugas Koopsudnas melalui Surat Keputusan Nomor 24 Tahun 2021.
Langkah penting berikutnya terjadi 26 Januari 2022, ketika kendali operasional Koopsudnas dialihkan dari Mabes TNI ke Mabes TNI Angkatan Udara. Dua hari kemudian, digelar peresmian Koopsudnas, pelantikan Panglima Koopsudnas pertama Marsdya TNI Andyawan Martono Putra, serta alih kodal Komando Operasi Udara I, II, dan III melalui upacara militer. Tanggal 28 Januari kemudian ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun Koopsudnas melalui Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor 9/1/2025.
Sebagai Komando Utama Operasi, Koopsudnas bertugas menyelenggarakan operasi pertahanan udara sesuai kebijakan Panglima TNI, termasuk penegakan hukum dan keamanan wilayah udara nasional. Sebagai Komando Utama Pembinaan, Koopsudnas juga membina kemampuan operasional satuan TNI AU dan memberdayakan wilayah pertahanan udara.
Koopsudnas diperkuat empat satuan pelaksana operasi: Komando Operasi TNI AU (Jakarta), Komando Daerah TNI AU I (Jakarta), Komando Daerah TNI AU II (Makassar), dan Komando Daerah TNI AU III (Biak). Komando Operasi TNI AU membawahi Grup I Angkut, Grup II Helikopter, Grup III Tempur, Grup IV Khusus, Kosek I–III, serta Satuan Radar dan Rudal. Komando Daerah TNI AU mengelola Lanud Tipe A, B, dan C.
“Keberadaan empat komando ini memastikan operasi udara berjalan terpadu dan mendukung kesiapan TNI AU secara menyeluruh,” tegas Marsdya TNI Minggit Tribowo. (red)







Be First to Comment