Dengan penuh kehati-hatian, tim SAR mengevakuasi jenazah Ali, pendaki muda yang hilang 16 hari lalu, dari lereng Gunung Malang. (Foto: Basarnas)
SEMARANG, NP – Usaha tim SAR gabungan dalam pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan/Ali (18), pendaki Gunung Slamet yang hilang sejak Selasa, 30 Desember 2025, akhirnya membuahkan hasil. Ali ditemukan pada Rabu (14/1/2026) pagi, tepatnya pukul 10.49 WIB, di sekitar Pos 9 pendakian, di dasar lereng tak jauh dari batas vegetasi.
“Lokasi jatuhnya Ali berada di sisi selatan lereng, jalur turun menuju Basecamp (BC) Gunung Malang, bukan jalur pendakian Ali yang melalui BC Dipajaya,” jelas Budiono, Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, dalam siaran persnya, Kamis (15/1/2026).
Menurut Budiono, evakuasi tidak bisa dilakukan saat jenazah pertama kali ditemukan karena cuaca buruk dan kabut tebal.
Evakuasi baru dapat dilakukan Kamis (15/1/2026) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Dari kedalaman jurang 20 meter, tim SAR gabungan secara bergotong royong membawa tubuh siswa kelas 12 SMAN 5 Magelang tersebut menuju BC Gunung Malang, Purbalingga. Beruntung, cuaca cerah sehingga proses evakuasi berjalan lancar, dan jenazah Ali tiba di BC Gunung Malang pukul 14.30 WIB.
“Alhamdulillah, kondisi jenazah saat ditemukan masih utuh sehingga mudah dikenali. Untuk penyebab meninggalnya, pihak RS Goeteng Purbalingga yang akan merilisnya,” tambah Budiono.
Budiono juga mengapresiasi seluruh tim SAR gabungan. “Kami berterima kasih kepada seluruh tim yang terus berusaha hingga akhirnya bisa menemukan saudara Ali, apapun keadaannya, sehingga almarhum bisa dikebumikan secara layak oleh keluarga. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di masa depan. (red)







Be First to Comment