Press "Enter" to skip to content

Kementan Dampingi Pengembangan Breeding Farm GPS PT Berdikari di Malang

Social Media Share

Tim Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian bersama manajemen PT Berdikari melakukan onsite review pembangunan Farm dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (12/5/2026).(Foto: Ist)

 

MALANG, NP – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus memperkuat pengembangan industri perunggasan nasional yang modern, sehat, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan pembangunan Farm dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler milik PT Berdikari di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dukungan pemerintah itu terlihat dalam kegiatan kunjungan lapangan atau onsite review yang dilaksanakan pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan masterplan pembangunan yang sebelumnya dilakukan di Jakarta sekaligus bagian dari pengawalan pengembangan kawasan breeding farm nasional.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Hary Suhada, menegaskan pemerintah mendukung penuh pengembangan breeding farm GPS nasional yang sejalan dengan kebijakan pengembangan perbibitan unggas serta penerapan prinsip biosecurity sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 34 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan/atau Standar Produk dan Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pertanian.

“Pemerintah mendukung pengembangan breeding farm GPS yang memenuhi aspek teknis, biosecurity, dan tata kelola usaha sesuai Permentan Nomor 34 Tahun 2025. Pendampingan ini dilakukan agar pembangunan dapat berjalan selaras dengan standar perbibitan modern dan mendukung penguatan industri perunggasan nasional,” ujar Hary Suhada dalam pers rilis yang diterima redaksi, Jumat (15/5/2026).

Menurut dia, keberadaan breeding farm nasional memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan bibit unggas berkualitas, memperkuat keberlanjutan usaha perunggasan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani masyarakat.

Dalam proses peninjauan lapangan, tim juga membahas sejumlah aspek teknis terkait pengembangan kawasan, kesiapan infrastruktur, hingga langkah mitigasi risiko penyakit unggas. Seluruh proses pendampingan diarahkan agar pembangunan farm berjalan sesuai prinsip Good Breeding Practice (GBP) dan standar biosecurity modern.

Pemerintah juga menegaskan akan terus mengawal penyempurnaan siteplan, masterplan, serta dokumen pendukung lainnya agar pengembangan kawasan dapat berjalan optimal, adaptif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari, A.S. Hasbi Al-Islahi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan Kementerian Pertanian dalam proses pengembangan proyek tersebut.

“Dengan semangat negara hadir untuk peternakan Indonesia, PT Berdikari berkomitmen mendukung penguatan industri perunggasan nasional melalui pembangunan breeding farm GPS yang modern, profesional, dan sesuai ketentuan pemerintah. Pendampingan dari Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak menjadi bagian penting agar pengembangan kawasan ini dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sebagai BUMN pangan, PT Berdikari dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat rantai pasok industri perunggasan nasional, tidak hanya dalam penyediaan bibit unggas berkualitas, tetapi juga dalam membangun ekosistem industri perunggasan dari sektor hulu hingga hilir.

Melalui pengembangan farm GPS broiler tersebut, pemerintah berharap dapat menghadirkan model breeding farm nasional yang modern, efisien, dan berdaya saing tinggi. Kehadirannya juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kapasitas industri perunggasan Indonesia di masa depan. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *