Ketua PT Jambi Dr. Marsudin Nainggolan, S.H., M.H., menyampaikan arahan dalam program “KPT Menyapa” secara virtual, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum perdana untuk memperkuat komunikasi dan sinergi seluruh satuan kerja di lingkungan PT Jambi.(Foto: Ist)
JAMBI, NP – Baru tiga hari menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jambi, Dr. Marsudin Nainggolan, S.H., M.H., langsung menggerakkan konsolidasi internal melalui program “KPT Menyapa”. Agenda perdana ini menjadi langkah awal untuk menyatukan visi seluruh pengadilan negeri di wilayah hukum PT Jambi sekaligus menyiapkan peta jalan kepemimpinannya dalam 100 hari pertama.
Program yang digelar secara virtual, Kamis (6/8/2026), diikuti seluruh pengadilan negeri di wilayah hukum PT Jambi. Marsudin hadir bersama Wakil Ketua PT Jambi, Panitera, Sekretaris, dan para Hakim Tinggi.
Marsudin menegaskan, “KPT Menyapa” bukan sekadar forum perkenalan, melainkan sarana membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, dan memastikan seluruh satuan kerja bergerak dalam arah kebijakan yang sama.
“Program ini merupakan program utama selain program-program yang telah disusun oleh KPT yang lama,” ujar Marsudin dalam pers rilis yang diterima redaksi, Jumat (7/8/2026).
Dalam forum tersebut, Marsudin memaparkan empat agenda besar dalam roadmap 100 hari kepemimpinannya, yakni konsolidasi internal, penguatan integritas, transformasi digital, dan evaluasi kelembagaan.
Menurut Marsudin, fondasi utama pembenahan lembaga peradilan adalah integritas, independensi, dan profesionalisme aparatur. Karena itu, pada 30 hari pertama, ia akan memprioritaskan pemetaan kondisi seluruh satuan kerja, penguatan koordinasi, inventarisasi persoalan, serta penetapan langkah strategis.
Sejumlah sektor menjadi perhatian utama, mulai dari penyelesaian perkara, administrasi perkara, pelayanan publik, sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
Memasuki tahap kedua pada hari ke-31 hingga ke-60, PT Jambi akan memperkuat pengawasan dan budaya integritas. Langkah yang disiapkan mencakup pembinaan kode etik, penguatan pengawasan internal, pencegahan korupsi, evaluasi penyelesaian perkara, serta penanganan potensi tunggakan perkara.
“Memperkuat pembinaan dan pengawasan secara berkesinambungan, meningkatkan kapasitas hakim dan aparatur peradilan harus dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan dengan mengadakan diskusi ilmiah,” kata Marsudin.
Ia mengingatkan, kehormatan lembaga peradilan sangat bergantung pada perilaku setiap aparaturnya.
“Integritas adalah fondasi utama bagi tegaknya lembaga peradilan. Setiap hakim dan aparatur peradilan wajib menjaga kehormatan profesi, menjunjung tinggi kode etik, serta menjauhkan diri dari segala bentuk penyimpangan,” tegasnya.
Pada tahap ketiga, yakni hari ke-61 hingga ke-80, perhatian diarahkan pada percepatan transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan. Optimalisasi e-Court dan e-Litigasi, digitalisasi administrasi perkara, evaluasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta pengembangan inovasi layanan menjadi agenda utama.
“Pengadilan harus hadir sebagai institusi yang melayani masyarakat secara cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Marsudin.
Sementara tahap terakhir pada hari ke-81 hingga ke-100 akan menjadi fase evaluasi dan penguatan kelembagaan. PT Jambi akan melakukan pengukuran kinerja, penyempurnaan kebijakan, pemberian apresiasi bagi satuan kerja berprestasi, hingga penyusunan roadmap pengembangan jangka panjang.
Marsudin menegaskan, program 100 hari tersebut bukan hanya daftar target kerja, tetapi pijakan awal untuk membangun peradilan yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Saya memohon dukungan, kerja sama, dan doa dari seluruh keluarga besar pengadilan agar amanah yang dipercayakan kepada saya dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh aparatur peradilan di wilayah hukum PT Jambi untuk bersama-sama menjaga semangat pelayanan dan penegakan hukum.
“Marilah kita bekerja dengan hati, melayani dengan tulus, dan mengabdikan diri demi tegaknya hukum dan keadilan,” tutup Marsudin. (red)







Be First to Comment